Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Penyebab Perempuan Melakukan Self Harm Secara Intens

Self harm sendiri merupakan tindakan menyakiti diri sendiri bisa dengan menggoreskan benda tajam. Menjambak rambut, serta menggigit anggota tubuh hingga terluka. Sebenarnya ada beberapa penyebab hal ini bisa terjadi dan dilakukan bahkan kebanyakan penderitanya adalah wanita.

Penyebab Perempuan Melakukan Self Harm Secara Intens

Wanita merupakan makhluk yang diciptakan memiliki perasaan cukup halus, untuk itu menjadi hal yang wajar jika mudah stres dan mentalnya tertekan karena dirundung banyak masalah. Tidak jarang setelah putus cinta mereka melakukan hal di luar kendali. Berikut ini alasan lebih lengkapnya:

1. Penggunaan Media Sosial Secara Berlebihan

source: tempo.co

Dewasa ini teknologi memang memberikan banyak dampak positif dalam berbagai bidang, namun dibalik itu semua juga terdapat efek buruknya utamanya untuk kesehatan mental. Dalam studi ilmu psikologis klinis menyebutkan perempuan sangat rentan mengalami depresi dibandingkan laki-laki.

Ketika mereka menggunakan media sosial secara berlebihan maka akan meningkatkan risiko terpuruk dan akhirnya timbul keinginan melakukan self harm. Efeknya sendiri layaknya menggunakan obat psikotropika yakni rasa tenang, puas, serta ketagihan. Jika sudah begitu mereka akan melakukan lagi dan lagi.

2. Kekurangan Kepercayaan Diri

source: grid.id

Ada banyak alasan mengapa perempuan kurang percaya diri misalnya saja berkaitan dengan fisik, warna kulit, maupun kondisi perekonomian. Belakangan ini poin-poin tersebut sering menjadi penyebab seseorang mengalami depresi. Kemungkinan untuk orang dewasa perkara terkait tidak terlalu berpengaruh namun berbeda jika masih usia remaja.

Penyebab paling membahayakan lainnya adalah keluarga yang kurang harmonis misalnya saja broken home. Ketika memiliki orang tua namun tidak bisa bersama lagi biasanya ada pihak-pihak yang menjadikannya sebagai bahan bullying. Ketika hal ini telah terjadi apalagi dalam jangka waktu lama maka bisa berpengaruh besar untuk melakukan self harm.

3. Berbeda Pendapat dalam Lingkup Sosial

source: akamaized.net

Sifat-sifat manusia terdiri dari berbagai macam, ketia bertemu dengan lingkup sosial ada beberapa pihak yang ingin pendapatnya selalu digunakan atau memang merasa tersisihkan. Saat pikirannya bercampur aduk maka bisa saja timbul keinginan untuk melakukan self harm atau menyiksa diri dengan cara apapun.

Umumnya mereka akan lebih sering menyendiri dan menggunakan pakaian tertutup agar bekas lukanya tidak diketahui orang lain. Intensitasnya tergantung seberapa tingkat depresi yang dideritanya. Agar tidak semakin parah ada baiknya untuk menghindari penyebabnya.

4. Terlalu Banyak Berpikir akan Suatu Hal

source: kompasiana.com

Over thinking memang sering diderita oleh kalangan remaja maupun dewasa. Penyebabnya sendiri cukup beragam mulai dari sekolah, pekerjaan, maupun hubungan percintaan. Umumnya hal ini terjadi ketika mereka sendirian dan malam hari karena saat itu lingkungan sedang lengang.

Ada banyak pikiran yang menggelayuti, sehingga mereka tidak bisa tenang hingga akhirnya muncul pemikiran ingin melakukan penyiksaan terhadap diri sendiri. Perlu diketahui sebaiknya jika mengetahui ada orang melakukan tindakan demikian sebaiknya support dan jangan menyalahkan atau menuduh jika hanya ingin mendapatkan perhatian.

5. Kurang Harmonisnya Keluarga

source: okeinfo.net

Timbulnya masalah ekonomi memang menjadi salah satu pemicu retaknya hubungan rumah tangga. Sebelum memutuskannya ada baiknya untuk memperhatikan bagaimana kondisi buah hati selanjutnya terutama dengan kesehatan mental. Saat cekcok usahakan tidak menampakkannya di hadapan mereka sebab bisa sangat membekas.

Ketika dalam ingatannya sudah membekas sebuah adegan kekerasan atau cekcok menggunakan kata-kata kasar, mentalnya akan semakin tertekan. Pada akhirnya mereka bisa saja melakukan tindakan di luar kendali termasuk self harm, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, atau bahkan bunuh diri.

6. Kurang Mendapatkan Kasih Sayang

source: cintalia.com

Seorang anak yang kurang mendapatkan kasih sayang misalnya saja disebabkan oleh terlalu sibuknya kedua orang tua hingga merasa diabaikan. Poin ini penting menjadi perhatian karena pada tahap parahnya dapat mengakibatkan banyak efek negatif termasuk pikiran melakukan bunuh diri.

Seorang anak yang memiliki perasaan kekurangan kasih sayang akan cenderung sensitif dengan berbagai hal dalam hidupnya. Akhirnya ketika dalam kesendirian mereka akan merasa depresi terlebih jika tertimpa masalah tidak ada orang mendukungnya atau hanya sekedar mendengarkan segala keluh kesahnya.

Bagi Anda yang memiliki teman atau saudara yang menunjukkan ciri-ciri telahmelakukan selfharma sebaikya segera lakukan pendekatan dan selalu ada ketika mereka membutuhkan orang di sampingnya. Tujuannya yani agar tidak terjadi tindakan lebih nekat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik