Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Mengulas Video Viral Anak menuntut Childhood Time

Sosial media parenting sedang dihebohkan dengan video anak kecil berasal dari Cina menuntut hak pada ayahnya, yaitu waktu bermainnya. Dalam video yang sudah banyak diartikan dan pertama viral di Twitter tersebut menggerakkan hati banyak orang tua membahasnya lebih dalam mengingat saat ini banyak sekali anak-anak memang diharuskan menggali potensi dengan belajar tetapi kedua orangtuanya melupakan haknya memiliki waktu masa kecilnya. Yuk membahasnya.

Learn Lesson for Parenting dari Video Viral Tersebut

Di setiap ada kejadian viral pasti selalu ada learn lesson atau bisa dibilang pelajar yang bisa diambil, termasuk video anak Cina menangis sambil mengutarakan pendapatnya. Terlihat sangat sedih karena mengutarakan pendapatnya terkait waktu bermainnya sangat kurang lantaran dirinya diharuskan belajar terus menerus. Dari anak tersebut banyak orang tua di dunia belajar banyak hal dan berikut ini Iya Deh rangkumkan learn lesson-nya.

1. Anak Tetap Membutuhkan Waktu Bermain

Source : liputan6.com
Source : liputan6.com

Tidak ada salahnya sebagai orang tua menginginkan anaknyta menjadi anak yang pandai dan mempunyai keahlian khusus. Hanya saja harus tetap memperhatikan kebutuhan batin haknya, dimana pada dasarnya nurani anak-anak memang lebih suka bermain di masa pertumbuhannya. Meskipun dirinya mempunyai kepandaian luar biasa mereka tetap butuh waktu main.

Bermain bersama teman-teman atau apapun kesenangannya bukan hal buruk. Ada nilai sosialisasi ketika mereka berinteraksi bersama temannya, sedangkan kegiatan lainnya bisa menjadi minat terpendam melalui sebuah hobi. Jika melihat videonya lagi anak tersebut mengakui dirinya sudah cukup keras berusaha dan menuruti orang tuanya belajar, sehingga menuntut haknya bermain.

2. Orang Tua harus Bisa Menurunkan Ego pada Anaknya

Source : joveeid
Source : joveeid

Jujur saja di era globalisasi seperti sekarang ini justru banyak sekali orang tua meninggikan egonya hanya karena ingin anaknya bisa menggapai apa yang ingin mereka capai bukan karena keinginan anak. Persitiwa ini banyak sekali terjadi di sekitar penulis Iya Deh, sehingga menjadikan anak-anak tumbuh dengan tidak baik karena terbelenggu obsesi paksaan.

Sudah banyak sekali tips parenting menekankan bahwa jangan sekali-kali melarang minat anak, biarnya mereka bebas namun tetap disiplin sesuai hobi keinginannya. Sebagai orang tau harus ikut serta membimbingnya juga. Mungkin orang tau dari anak yang viral di video tersebut juga sebenarnya ingin anaknya fokus sekolah, sayangnya melupakan hak bermain anaknya.

3. Anak bukan Sebagai Pencapaian Keinginan Orang Tua

Source : funteacherprivate.com
Source : funteacherprivate.com

Jika melihat penjelasan pada poin kedua diatas sudah bisa disimpulkan bahwa sebenarnya anak itu bukan ada sebagai pencapaian keinginan orang tua. Mereka berhak menentukan hidupnya sendiri sedangkan orang tuanya membimbing agar pilihannya tepat juga menghasilkan prestasi baik.

Sedangkan saat ini banyak sekali orang tua tidak mempedulikan keinginan anaknya justru mementingkan egonya. Dimana menginginkan anaknya menjadi ini dan itu, namun ternyata tidak sesuai keinginan anak tersebut. Video tersebut memberikan pembelajaran bahwa anak-anak butuh bermain dan belajar namun jangan dijadikan sebuah pencapaian.

4. Anak-anak juga Mempunyai Hak Berpendapatan

Source : lifestyle.okezone.com
Source : lifestyle.okezone.com

Video tersebut bisa viral karena bagaimana pandainya anak perempuan itu mengemukakan pendapat pada ayahnya. Padahal jika dilihat dirinya masih sangat kecil untuk mengutarakan pendapatnya secerdas itu. Intinya anak tersebut protes karena sudah menuruti keinginan orang tuanya rajin belajar tetapi sepertinya tak diberikan waktu bermain.

Sambil mengatakan pendapatnya, anak perempuan dengan pakaian berwarna pink tersebut menangis sesenggukan. Hal itu menggambarkan betapa tersiksanya dirinya karena harus belajar terus menerus tanpa bermain dengan teman atau hal-hal yang disukainya. Bagi orang tua diharapkan bisa mendampingi anak tanpa membebani.

5. Sebagai Orang Tua harus Bisa Menghargai Pendapatnya

Source : gramedia.net
Source : gramedia.net

Meskipun anak dalam video tersebut terdengar sangat marah pada ayahnya, namun sebagai orang tua ayah tersebut patut diacungi jempol juga. Peristiwa itu juga membawa lesson bagi orang tua terutama seorang bapak untuk bisa lebih memperhatikan anaknya terutama ketika mereka sedang berpendapat. Poin tersebut penting bagi mental tumbuh kembangnya kelak.

6. Jika Waktu Belajar Cukup Imbangi dengan Bermain

Source : bimba-aiueo.com
Source : bimba-aiueo.com

Pembelajaran yang bisa dipetik selanjutnya adalah jika memang waktu belajar mereka sudah cukup, sebaiknya tetap imbangi dengan bermain. Sama seperti orang dewasa bekerja membutuhkan refreshing ketika penat bersama kerjaannya, begitu juga anak-anak. Biarkan mereka bermain setelah menyelesaikan tugas utamanya.

Dari sebuah video viral banyak sekali yang bisa dipelajari untuk sebuah proses parenting atau mengasuh anak. Tidak hanya saat bayi saja, tetapi orang tua bertugas membimbing sampai dewasa dan bisa mandiri sendiri. Oleh sebab itu harus sangat memperhatikan banyak hal penting padanya sejak kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik