Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Tradisi Pernikahan di Indonesia yang Paling Unik dan Bernilai Filosofis Tinggi

Meski dunia sudah semakin modern, namun di beberapa wilayah Indonesia masih melangsungkan adat dan tradisi sebelum melaksanakan pernikahan. Meski cenderung unik, namun ternyata di balik pelaksanaannya mengandung pelajaran dan nilai filosofis cukup tinggi.

Tradisi Pernikahan di Indonesia yang Paling Unik dan Bernilai Filosofis Tinggi

Pernikahan merupakan proses yang sakral sekaligus membahagiakan antara kedua mempelai dan keluarganya. Agar terhindari dari hal-hal buruk, beberapa wilayah memiliki tradisi unik yang dipelihara hingga saat ini meskipun sudah sedikit berbeda dengan zaman dahulu. Berikut ini beberapa diantaranya:

1. Pernikahan Adat Jawa

source: london.bridestory.com

Konsep pernikahan adat Jawa terbilang cukup panjang seperti seserahan, siraman, midodareni, ngerik bagian alis dan rambut-rambut halus, dodol dawet, akad, serta panggih. Setiap prosesnya memiliki makna filosofis dan pengharapan tersendiri untuk orang-orang yang melaksanakannya.

Seperti Halnya ngerik bertujuan untuk membuat sang mempelai wanita tampil cantik dihar pernikahannya. Selain itu ada tradisi dodol dawet, maksudnya adalah pihak mempelai wanita akan menjual minuman yang di masyarakat Jawa disebut dengan dawet yakni minuman berbahan tepung beras dengan pembeli para tamu undangan.

2. Munggah (Palembang)

source: weddingku.com

Tradisi pernikahan di Palembang terbilang cukup panjang misalnya madik (melihat), menyenggung, ngebet (diikat), mutuske kato, nganterke baleno, ritual akad nikah, dan terakhir munggah. Semua kegiatan dipimpin oleh orang yang dituakan atau berpengalaman dalam bidangnya karena tidak semua dapat melaksanakannya.

Saat pelaksanaan prosesi munggah diiringi dengan tabuhan rebana untuk mengiringi rombongan pengantin pria ketika menemui mempelai wanita atau dalam adat Jawa disebut Temu Manten. Di sinilah puncak prosesi dilaksanakan kemudian keduanya disandingkan pada satu kursi.

3. Menahan Buang Air (Kalimantan)

source: googleusercontent.com

Prosesi pernikahan ini memang terbilang unik dan terkesan membahayakan, namun selama pelaksanaannya disebutkan jika belum pernah terjadi kasus serius. Sesuai namanya tradisi menahan buang air berkaitan dengan larangan bagi calon mempelai laki-laki untuk buang air besar maupun kecil selama 3 hari.

Agar dapat melaksanakannya maka calon pengantin laki-laki mengurangi konsumsi makanan dan minuman secara signifikan. nantinya keluarga bersangkutan akan bergantian untuk berjaga dengan tujuan supaya prosesnya berlangsung lancar. Disebutkan jika tradisi ini dilaksanakan dengan harapan kelanggengan dalam pernikahan serta menghindari hal buruk.

4. Meminang (Minang)

source: weddingku.com

Jika kebanyakan pihak laki-laki yang akan mendatangi rumah mempelai wanita, namun adat Minang berbeda karena prosesi tersebut akan dilakukan oleh calon pengantin perempuan. umumnya saat lamaran mereka akan membawa berbagai seserahan seperti buah tangan, kue basah, dan buah-buahan.

Setelah prosesi lamaran maka berlanjut ke maminang atau batimbang tando yang dilaksanakan dengan maksud mempelai perempuan mendadatang pihak laki-laki untuk meminang. Uniknya pada tahap ini dilanjutkan dengan bertukar benda-benda pusaka seperti keris, kain adat, dan melaksanakan tahapan lainnya.

5. Menarik (Lombok)

source: blogspot.com

Tradisi ini terbilang cukup unik, karena calon mempelai laki-laki harus menculik mempelai perempuan terlebih dahulu sebelum dinikahi. Saat prosesi juga harus melibatkan keluarga untuk bekerja sama menculik gadis tersebut tanpa diketahui pihak perempuan. tempat persembunyiannya harus di rumah kerabat laki-laki.

Keluarga dari pihak laki-laki yang dilibatkan dalam prosesi ini dijadikan sebagai saksi serta pengiring dalam adat menarik. setelah sehari menginap,nantinya kerabat laki-laki akan mengirim utusan untuk memberitahukan ke keluarga perempuan jika anaknya telah diculik.

6. Uang Panai (Makassar)

source: media.suara.com

Tradisi ini dilaksanakan di Makassar tepatnya Suku Bugis yang disebut uang panai atau dalam istilah umumnya adalah mahar dari mempelai laki-laki diberikan kepada pihak wanita. Besarannya disesuaikan dengan strata si gadi mulai dari garis keturunan, kecantikan, pendidikan, dan pekerjaan.

Semakin tinggi kedudukannya maka akan semakin mahal uang panai yang harus diberikan. Awal pelaksanaan tradisi adat ini yakni karena orang tua zaman dahulu ingin melihat keseriusan calon mempelai laki-laki. Meskipun demikian, persoalan ini sebenarnya tetap bisa didiskusikan secara kekeluargaan.

Demikian penjelasan mengenai tradisi pernikahan unik di Indonesia yang perlu Anda ketahui untuk menambah pengetahuan serta kecintaan terkait adat dan tradisi. Meski zaman sudah modern namun sampai saat ini masyarakat tetap melaksanakannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik