Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Anda Bisa Mengantisipasinya : Begini Tips Terhindar dari Penipuan Financial Technology

Mengalami musibah memang sudah menjadi takdir yang Maha Kuasa, namun sebagai manusia beriman sudah sewajarnya sebelum terjadi perlu mengantisipasinya. Penipuan financial technology saat ini sedang trending dan ramai dibicarakan, lalu bagaimana cara menghindarinya agar tetap aman bertransaksi?

Beberapa Tips Mengantisipasi Terjadinya Penipuan Financial Technology

Jika menanyakan cara menghindar, tentu tidak ada karena hal tersebut sudah turun tangan Maha Kuasa memberikan musibah pada umatNya. Namun ada tips cara mengantisipasinya agar tidak terkena penipuan tersebut sekaligus menjadi usaha masyarakat mengurangi crime cyber. Berikut tips-tipsnya.

1. Usahakan Jangan Meminjam Uang melalui Pinjaman Online

Source : trendasia.com
Source : trendasia.com

Salah satu penipuan yang sedang banyak diperbincangkan adalah penipuan mengatasnamakan pinjaman online. Beberapa pihak tidak bertanggungjawab menyalahgunakan KTP nasabah untuk menagih secara ilegal, bahkan bunganya bisa dibilang tidak wajar sehingga menyulitkan masyarakat.

Untuk mengantisipasi terjadi hal tersebut, sebaiknya jangan mengajukan pinjaman ke pinjol karena memang sangat lemah perjanjiannya. Lebih baik melalui lembaga-lembaga atau bank terpercaya saja sehingga tidak terjadi kejadian penipuan mengatasnamakan sebuah jasa peminjaman secara online.

2. Jangan Memberikan PIN ATM Kepada Siapapun

Source : freepik.com
Source : freepik.com

Mungkin hal ini sangat klise jika dibahas, karena zaman sekarang mana ada nasabah yang mau secara suka rela memberikan PINnya kepada orang asing. Jangan menyepelekan hal tersebut, karena penjahat financial technology sangat lihai dalam menemukan cara untuk menipu korban-korbannya bahkan mudah mendapatkan PIN.

Salah satu metode yang digunakan hipnotis hingga mengelabui nasabah lansia karena sering percaya dengan orang lain terlebih sopan dan baik. Hal itu dijadikan sebagai modus mendapatkan PIN ATM korbannya. Usahakan jika Anda melihat seseorang mencurigakan jangan melihat mata atau menyentuhnya, bersikap acuh saja.

3. Mengisi Saldo Uang Elektronik Secukupnya Sesuai Kebutuhan

Source : fastpay.co.id
Source : fastpay.co.id

Fintech mempunyai banyak jenis, salah satunya penggunaan uang elektronik dan sering dimanfaatkan masyarakat modern di zaman sekarang ini. Sayangnya hal tersebut disalahgunakan oleh cyber crime untuk menarik sejumlah uang dari akun-akun hingga menipu melalui media sosial mengatasnamakan pengikut atau yang diikuti.

Untuk mengantisipasi kejadian seperti itu, tidak perlu mengisi uang elektronik terlalu banyak. Sesuaikan dengan kebutuhan saja sehingga tidak diincar oleh cyber crime karena mereka bertindak selayaknya hacker. Mampu mengakses akun-akun media sosial hingga aplikasi lainnya termasuk penyedia uang elektronik.

4. Jangan Mudah Percaya pada Penawaran tanpa Kejelasan

Source : bm.co.id
Source : bm.co.id

Masyarakat modern zaman sekarang sangat mudah tergiur dengan penawaran-penawaran khusus menyangkut berbagai jenis aspek meskipun tidak jelas. Hal ini sebaiknya jangan dibiasakan karena melalui penawaran itu juga, penipuan financial technology dilakukan tanpa diketahui calon korbannya.

Oleh sebab itu, tips keempat untuk mengantisipasinya tentu saja jangan mudah percaya pada penawaran apapun. Bersyukur dengan berapapun rejeki yang sudah didapatkan, karena terkadang penipuan tersebut menawarkan angka rupiah berjumlah besar sehingga korbannya tergiur untuk menggandakan kelipatan pendapatannya.

5. Lindungi Semua Akses Akun-akun Financial Penting

Source : indonesia.go.id
Source : indonesia.go.id

Melihat banyaknya kemudahan dalam bertransaksi di era digital seperti sekarang, tentu saja masyarakat mempunyai lebih dari 2 akun fintech penting. Hal tersebut biasanya menjadi sasaran empuk pelaku syber crime karena dianggap mempunyai jumlah uang besar pada setiap akunnya. Usahakan mengamankan semua akun tersebut.

Bagaimanapun caranya cobalah untuk tetap mengamankan akun Anda karena hanya itu usaha satu-satunya. Mengganti PIN atau password juga dapat dilakukan sehingga pemecahan kodenya terlihat rumit, hal tersebut akan mengantisipasi agar tidak terkena dampak dari penipuan atau kejahatan fintech.

6. Kunci Akun Media Sosial hingga Mobile Banking Anda

Source : tirto.id
Source : tirto.id

Seperti sudah dijelaskan pada poin sebelumnya bahwa media sosial juga dijadikan salah satu tempat cyber crime sehingga usahakan kunci akun yang berpotensi dijadikan incarannya. Selain itu jangan lupakan Mobile Banking, aplikasi dengan berbagai banyak transaksi di dalamnya menjadi incaran empuk penjahat tersebut.

Seperti pada poin sebelumnya, Anda hanya perlu mengamankannya jika memungkinkan berikan akses sidik jari sehingga tidak akan mudah dikelabui. Hal tersebut karena setiap orang di dunia ini mempunyai sidik jari berbeda, oleh karena itulah sulit jika akan membukanya.

Semakin maju era digital saat ini membuat kesempatan cyber crime mudah mencari celah untuk melakukan aksinya. Oleh karena itu Anda hanya perlu mengantisipasi menggunakan tips-tips di atas tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik