Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Ommo, Jinjja? Tingkat Bunuh Diri di Korea Selatan sangat Tinggi, Apa Penyebabnya? Bisakah Diatasi?

Melansir dari banyak artikel, ternyata Korea Selatan menempati peringkat pertama dengan kasus bunuh diri tertinggi. Hal tersebut sudah bukan menjadi misteri bagi warga sekitar karena memang tingkat depresi disana juga meresahkan sehingga menjadi salah satu penyebab hal tersebut bisa terjadi.

Beberapa Penyebab Kasus Bunuh Diri di Korea Selatan Tingkatnya Tertinggi dari Lainnya

Pada dasarnya jika mempertanyakan apakah kasus tersebut bisa diatasi atau tidak, belum ada yang bisa menjawabnya. Hal tersebut karena salah satu penyebabnya pun menyangkut gaya hidup masyarakat sekitarnya dimana sering terjadi peristiwa tidak mengenakkan termasuk bullying atau perundungan. Berikut beberapa penyebab lainnya.

1. Stres yang tidak Ditangani dengan Baik Menimbulkan Depresi Hebat

Source : news.detik.com
Source : news.detik.com

Meskipun saat ini negara Korea Selatan menjadi salah satu incaran dari negara di dunia melalui Korean Wave, dibalik itu semua ada awan hitam menghantui. Kasus bunuh diri tertinggi menjadi permasalahan intern yang masih sulit disembuhkan dan salah satu penyebabnya adalah tingkat stres tidak ditangani.

Disana permasalahan setiap orang memang sangat rumit dan sering mengakibatkan stres. Namun bukan mengelolanya dengan baik agar stres tersebut hilang, biasanya orang disana justru meningkatnya menjadi depresi. Oleh sebab itu beberapa diantaranya akhirnya memutuskan untuk bunuh diri atau mengakhiri hidupnya.

2. Kondisi Status Sosial Ekonomi yang Sangat Diperhatikan

Source : tribunnews.com
Source : tribunnews.com

Korea Selatan menjadi salah satu negara yang sangat maju, oleh sebab itulah juga tingkat pendidikan, tempat tinggal, dan tingkah laku menjadi tekanan besar dirasakan oleh masyarakatnya. Setiap warganya dituntut untuk selalu bisa menyamai kedudukannya sehingga beban tersebut terkadang menjadi masalah utama timbulnya stres.

Untuk menaikkan status sosial ekonomi keluarganya, sama seperti di negara lain masyarakat tentunya harus bekerja. Namun mencari pekerjaan disana juga sangat sulit karena lebih melihat penampilan fisik disamping latar pendidikan yang tinggi. Oleh sebab itulah kemungkinan penyebab tingginya kasus tersebut kondisi status sosial ekonomi.

3. Tingkat Persaingan Sangat Tinggi yang Dianggap Menjadi Beban

Source : pikiran-rakyat.com
Source : pikiran-rakyat.com

Melihat penjelasan di atas, tentunya membuat tingkat persaingan sangat tinggi dan hal tersebut dianggap sebagai beban. Ketika seseorang sudah masuk di dalam sebuah perusahaan, pada akhirnya tekanan harus memenangkan persaingan satu dengan lainnya membebankan seseorang dalam pergerakannya.

Selain itu adanya tuntutan status sosial, jenjang pendidikan yang lebih tinggi, hingga tekanan di tempat kerja juga merupakan alasan dimana akhirnya menjadi seseorang akhirnya menyerah. Cara menyerahnya pun memilih jalan salah dengan mengakhiri hidupnya dan meningkatkan lagi kasus serupa di Korsel.

4. Faktor Umur pada Lansia Merasa Menjadi Beban Keluarganya

Source : news.detik.com
Source : news.detik.com

Berbeda dengan di Indonesia yang kebanyakan lansia-nya justru lebih sering menghibur dirinya sendiri dengan cara apapun dan tidak menjadikan dirinya beban justru merasa harus dirawat. Faktor umur menjadi penyebab keempat, karena masyarakat lanjut usia disana cenderung merasa hidupnya adalah beban.

Hal tersebut sudah sering terjadi di kalangan lansia kurang mampu dan pada akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya terlebih dahulu. Di Korea Selatan sendiri tradisi merawat orang tua sudah ditinggalkan, sehingga sebagian dari lansia jika tidak tinggal di panti jompo biasanya hidup sendiri.

5. Kasus Perundungan dan Cyber-bullying Cenderung Tinggi

Source : inews.co.id
Source : inews.co.id

Kasus cyber-bullying semakin  marak dibicarakan sejak artis idol K-pop Sully F(X) memutuskan untuk mengakhiri dirinya karena tertekan mendapat banyak perundungan di media sosial. Dirinya memang menjadi salah satu artis korsel yang sering membuat kontroversi, sehingga menjadi sorotan publik.

Tidak hanya itu saja, kasus perundungan di Korea Selatan memang lebih tinggi karena itulah beberapa korbannya stres dan depresi hingga akhirnya memutuskan bunuh diri. Oleh sebab itulah mengapa seseorang harus menjaga lisannya baik langsung maupun virtual karena kekuatan hati seseorang tidak ada yang tahu sampai mana.

6. Sebagian Korbannya Menganggap Menjadi Sebuah Solusi

Source : alinea.id
Source : alinea.id

Alasan terakhir memang klise tapi benar adanya. Beberapa korbannya menganggap dengan mengakhiri hidupnya semua masalah terselesaikan dan akhirnya dijadikan solusi. Mengingat permasalahan masyarakat disana pelik, hal tersebut dijadikan pemecahan masalah terbaik untuk setiap masyarakatnya.

Melihat apa penyebab tingginya kasus serius tersebut, menghasilkan kesadaran bahwa mengelola stress sangat disarankan karena depresi dampak berkelanjutannya. Seorang yang depresi akan menganggap dunianya hancur untuk itulah dibutuhkan tingkat kesadaran diri sendiri tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik