Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Bekerja sebagai Freelance atau Pekerja Lepas, Apa Saja Suka dan Dukanya?

Di zaman yang serba modern seperti sekarang ini bekerja tidak harus masuk ke dalam sebuah perusahaan. Salah satunya adalah freelance, sesuai dengan namanya sebagai pekerja lepas mereka sama sekali tidak terikat perusahaan. Namun ada beberapa juga freelancer dari perusahaan-perusahaan swasta tetapi kontrak berbeda dengan karyawan tetap. Apa suka dukanya?

Beberapa Suka dan Duka Menjadi Pekerja Freelance

Tidak banyak yang tahu tentang pekerja lepas, dimana beberapa pekerjanya melakukan proses penyelesaian kerjaannya di rumah atau bahkan dimana saja. Oleh sebab itu seringkali dicibir oleh orang lain karena hanya di rumah tetapi bisa mendapatkan gaji per bulan, jangan salah karena berikut suka dan dukanya menjadi pekerja lepas atau freelancer.

1. Tidak Terikat pada sebuah Instansi Perusahaan

Source : suara.com
Source : suara.com

Pekerja lepas mempunyai sistem kerja, dimana akan menerima pekerjaan dari setiap perusahaan atau agensi apapun yang memang membutuhkan tenaganya. Oleh sebab itulah suka duka pertamanya, tidak terikat pada sebuah instansi perusahaan sehingga hasil kerja bisa langsung masuk ke rekening tanpa ada potongan.

Selain itu karena tidak terikat oleh perusahaan, meskipun mereka bekerja sebagai penyedia jasanya tetap bisa libur kapan saja. Berbeda dengan karyawan, dimana saat sudah mengajukan cuti saja terkadang masih diganggu oleh kantor karena pekerjaan. Cranky banget kan? Oleh sebab itulah poin ini lebih ke Sukanya menjadi freelancer.

2. Menentukan Sendiri kapan Ingin Libur bebas Lamanya

Source : phxnews.com
Source : phxnews.com

Biasanya normalnya karyawan mendapatkan jatah cuti 12 hari selama satu tahun dan libur harian di akhir pekan atau biasanya sesuai jadwal shifting. Berbeda dengan pekerja lepas yang bisa mendapatkan liburan bebas berapa lamanya, pada dasarnya pekerjaan ini sama seperti wirausaha namun terkadang ada beberapa ikut perusahaan.

Seperti contohnya penulis freelance yang biasanya akan dibawahi oleh perseorangan, industri redaksi sesuai sehingga gajian juga datang dari bosnya tersebut dengan mengirimkan invoice. Beberapa pemiliknya terkadang membatasi libur karena memang banyak klien juga deadline. Namun bagi mereka pekerja berdiri sendiri bisa bebas liburannya.

3. Bisa Bekerja sesuai Potensi, Bakat dan Minat sehingga Enjoy

Source : faktual.id
Source : faktual.id

Selain penulis, pekerja lepas biasanya juga ada dari mereka di bidang desain grafis, editor foto dan video. Suka dan duka ketika adalah dimana Anda bisa bekerja sesuai potensi, bakat dan minat sehingga enjoy dalam proses melakukan pekerjaan juga menyelesaikannya. Melihat hal itu tentu saja poin masuk ke dalam sukanya menjadi pekerja lepas.

Meskipun begitu tidak semua minat bisa dijadikan sebagai pekerjaan lepas, hal tersebut karena ada beberapa kegiatan bukan masuk ke minat namun hobi. Namun keadaan akan dikembalikan lagi pada masing-masing orang yang akan melakukannya, jika pandai memanfaatkan kepandaiannya tentu akan mudah mendapatkan jalan mencari pendapatan dari sana.

4. Penghasilan dalam Sebulan tidak Bisa Dipastikan Nominalnya

Source : hostinger.co.id
Source : hostinger.co.id

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa pekerja lepas ini system pekerjaannya lebih mirip dengan wirausaha sehingga penghasilan dalam sebulannya tidak bisa dipastikan nominalnya. Besarnya gaji akan ditentukan seberapa banyak dirinya mendapatkan job atau pekerjaan dari luar maupun perusahaan swasta yang membawahinya.

Terkadang tenggat tanggal gajian juga lebih banyak mundur karena bagi mereka berdiri sendiri tentu bayarannya akan tergantung seberapa puas klien. Oleh sebab itulah Invoice dari mereka telat keluarnya, namun bagi yang ikut di perusahaan swasta selambat-lambatnya akan di transfer maksimal tanggal 2 tergantung aturan setiap perusahaannya.

5. Tinggi Kemungkinannya Mendapat Klien Menyebalkan

Source : wpblog.zyro.com
Source : wpblog.zyro.com

Suka duka menjadi freelance selanjutnya adalah besar kemungkinannya mendapatkan klien menyebalkan, sehingga masuk sebagai dukanya sama seperti poin keempat di atas. Meskipun begitu beberapa pelakunya tetap enjoy karena memang semua pekerjaan tentunya mempunyai kelebihan serta kekurangannya masing-masing.

6. Sering Dikejar Deadline dengan Tenggat yang Tidak Lama

Source : rencanamu.id
Source : rencanamu.id

Sebenarnya duka menjadi pekerja lepas terakhir ini juga sering dirasakan oleh beberapa karyawan perkantoran di perusahaan besar. Dimana selalu dikejar deadline menggunakan tenggat waktu sebentar, namun karena berhubungan langsung dengan kliennya, membuat freelance lebih terlihat berat ketika menyelesaikan deadlinenya.

Terlepas dari suka dan duka di atas, semua pekerjaan akan mempunyai tantangan serta kelebihannya masing-masing. Bahkan di perusahaan besar milik pemerintah yang terlihat mudah pekerjaannya serta bergaji besar mempunyai kesulitannya sendiri. Jelasnya semakin tinggi pendapatan tanggung jawab juga semakin menekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik