Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Pentingnya Belajar Politik bagi Anak Muda

Pendidikan politik bagi anak muda kini sangatlah penting. Di era milenial seperti sekarang ini mereka ditempatkan sebagai generasi yang dapat memajukan bangsa dan negara. Di samping itu, pemuda perlu memahami kondisi pemerintahan dan politik negara ini agar selalu berfikir positif.

Mengapa Penting Belajar Politik bagi Anak Muda ?

Politik tidak diajarkan di bangku sekolah, namun tidak ada salahnya mempelajarin sedari usia muda. Dengan begitu, wawasan akan bertambah dan tidak mudah terpengaruh beberapa oknum penyebar HOAX. Sebagai generasi muda, Andapun juga harus melakukannya dengan alasan:

1. Anak Muda Adalah Harapan Baru untuk Memperbaiki Politik Masa Depan

Di dalam pertarungan politik,apakah kaum muda atau generasi milenial telah menentukan pilihan? Dalam pemilihan umum akan menentukan nasib semua orang dalam 5 tahun yang akan datang. Oleh sebab itu generasi ini diharapkan dapat membantu dalam membentuk politik di kemudian hari.

Bukannya harus selalu terlibat dalam politik untuk menjadi kepala daerah, anggota MPR ataupun DPR/DPRD ataupun jabatan di partai politik. Namun memberikan suara untuk menentukan pemimpin dalam pemilihan umum pun merupakan keterlibatan anak muda dalam politik.

Dari pemilu 2019 ditemukan bahwa sekitar 40-45 persen adalah generasi milenial yang berusia 21-35 tahun. Maka perlu adanya edukasi dan belajar politik bagi milenial agar tidak apatis dalam berpolitik. Alasannya yaitu belajar politik bisa didapat dari berbagai informasi.

2. Politik Perlu Diisi dengan Orang Baik

Anak muda sekarang banyak yang berfikir bahwa politik itu sangat kejam, penuh intrik dan orang orang yang terlibat disana adalah orang yang hanya mementingkan individu atau kelompok semata. Hal ini lah yang membuat generasi muda apatis dan enggan untuk belajar politik.

Penilaian dan pemikiran negatifnya membuat anak muda tidak berminat untuk melihat ke dunia politik hingga sekarang ini. Dengan begitu, banyak Generasi milenial yang masih belum berani terjun ke partai politik maupun organisasi masyarakat.

Perlu dorongan anak muda untuk belajar politik dan menanamkan prinsip bahwa politik perlu diisi dengan orang baik yang berkualitas. Generasi yang siap menyalurkan aspirasi rakyat sehingga aspirasi masyarakat dapat tercapai dan menuju negara modern dan berpendidikan.

3. Meningkatkan Pengetahuan Politik Anak Muda dengan Berbagai Hal

Berdasarkan riset banyak pemuda dan pemudi yang cukup tahu banyak hal tentang dunia politik. Oleh sebab itu , para politisi sekarang harus melakukan pendekatan dan pemberian edukasi politik yang yang lebih fleksible yang mengikuti gaya politik milenial.

Para politisi saat ini juga harus dapat mendorong kaum muda untuk melakukan kritis terhadap politisi yang ada saat ini. Kritik dapat berupa verifikasi milenial, riset dan hasil terhadap isu politik apa yang sedang berkembang.

Berbagai acara seminar politik atau milenial politik show dan festival sangat baik diadakan bagi kaum muda untuk membahas politik bagi kaum muda. Acara tersebut dapat menyajikan semua informasi politik secara detail dan juga lebih konkretnya apakah itu politik bagi generasi mendatang.

Apa Saja Hambatan Dalam Belajar Politik

Hingga saat ini sangat disayangkan bahwa dunia politik belum menunjukan wajah politik yang santun dan sangat jauh dari akal sehat. Politik kini hanya dimaknai bahwa ini adalah jalan untuk memiliki kekuasaan yang katanya akan mensejahterakan rakyatnya.

Bukan hanya ungkapan saja, hal tersebut dapat terlihat dari beberapa kasus korupsi di Indonesia yang dilakukan oleh pejabat tersohor. Memang bukan semuanya, namun semua itu untuk menjadi pelajaran yang tidak baik untuk generasi muda.

Oleh karena itu, sebagai orang tua juga harus mengajarkan bagaimana sikap yang baik kepada anaknya. Namun jangan bersikap sebaliknya, menjelek-jelekan pemimpin yang belum tentu mereka melakukan kesalahan-kesalahan semacam itu. Maka, sikap saring informasi memang dibutuhkan.

Semoga kedepannya akan semakin banyak ditemukan kaum muda yang lebih kritis dan berani mendalami politik dengan banyak bertanya, mengkritik dan juga menilai dunia politik indonesia. Politik bukanlah menjadi tugas orang tua, namun anak muda harus terlibat dalam menyuarakan aspirasinya.

Bagaimana, apakah Anda sudah paham?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik