Life  

Membagi Informasi atau Menyebarkan Ketakutan di Sosmed

Source : tokopedia.com
Source : tokopedia.com

Dewasa ini masyarakat yang notabene sebagai pengguna aktif sosial media akan sangat mudah dalam mencari informasi disana. Namun sayangnya, banyaknya info dan berita disana justru membuat masyarakat takut sehingga pertanyaan membaginya ke dunia maya apakah sebenarnya menyebarkan ketakutan? Kembali lagi pada pribadi masing-masing menerimanya seperti apa dan berikut pembahasannya.

Pembahasan Membagi Info seperti Menyebar Ketakutan di Sosmed

Menyebarkan ketakutan disini adalah karena banyak masyarakat atau pengguna setelah mendengarkan berita justru merasa was-was. Namun disisi lain mereka juga bisa mempersiapkan diri, seperti contohnya berita tentang adanya gempa bumi 8 SR akan menimpa Pulau Jawa disertai Tsunami melebihi tinggi di Aceh 2004 silam. Masih banyak informasi lainnya, lalu apakah benar menyebar ketakutan? Berikut akan dibahas melalui enam poin.

1. Berita atau Info yang Dibagikan secara Berkali-kali

Gambar Membagi Informasi atau Menyebarkan Ketakutan di Sosmed - IYADEH.COM

Biasanya berita atau informasi yang diberikan secara berkali-kali justru akan membuat beberapa orang pengguna merasa takut. Terutama dalam hal bencana alam, hingga tindak kejahatan di wilayah sekitarnya. Oleh sebab itulah, memang tidak salah memberikan info terkini namun jika memberikannya berulang-ulang justru akan membentuk sugesti negatif.

Dari situlah pada akhirnya setiap pengguna merasakan ketakutan, baik secara individu maupun satu keluarga bahkan lingkungan sekitar. Di era teknologi canggih seperti sekarang ini pengaruh sosial media sangat besar, selain berita bohong atau hoax, kali ini informasi terkait prediksi bahkan penemuan ganjil di dunia tentunya akan menyebarkan ketakutan bagi pengguna.

2. Diberikan Hanya Sebatas untuk Persiapan Masyarakat

Gambar Membagi Informasi atau Menyebarkan Ketakutan di Sosmed 2 - IYADEH.COM

Pada dasarnya beberapa informasi atau berita yang berkaitan dengan prediksi masa depan, dari bencana alam hingga tanda-tanda kiamat sudah dekat diberikan untuk persiapan. Sayangnya kembali lagi karena masing-masing pribadi pengguna sosial media sendiri berbeda dalam menerima setiap info atau berita tersebut.

Diantara berbagai masyarakat yang mungkin sudah mempersiapkan diri, justru ada mereka ketakutan hingga mengalami stres karena memikirkan berbagai cara mengatasinya. Sedangkan pada dasarnya info dan berita tersebut diberikan hanya sebatas agar mereka bisa mempersiapkan diri menghadapi kelak jika memang benar-benar terjadi.

3. Membagikan Informasi Secukupnya dan Bermanfaat

Source : popbela.com
Source : popbela.com

Guna menghindari penyebaran ketakutan, sebaiknya pengguna lainnya membagikan informasi secukupnya dan bermanfaat. Dalam artian tidak perlu membahas bagaimana dampak terburuk hingga info berlebihan lainnya. Hal tersebut tentu saja akan membuat pengguna sosial media yang mendengar bukan bersiap diri justru takut, pesimis dirinya tidak bisa menerima peristiwa tersebut.

Terkadang ada juga info tentang misteri dunia yang bahkan menjadi sumber ketakutan seseorang. Setiap pengguna pasti mempunyai ketakutan terbesar, sedangkan berita dan informasi di sosmed kebanyakan membahas tentang bencana alam hingga bagaimana kehidupan di bawah laut yang menyeramkan. Keduanya bisa jadi rasa takut seseorang.

4. Jangan Terlalu Menyerang Psikologi Seseorang

Source : liputan6.com
Source : liputan6.com

Melihat penjelasan pada poin di atas tentunya ketakutan seseorang sama saja psikologi seseorang, sehingga sebaiknya jika ingin membagikan sebuah info dan berita jangan menyerang psikologi. Misalkan saja di dalam sosmed sering muncul, info untuk mereka yang takut dengan kedalaman lautan atau thalassophobia. Dimana membagikan informasinya disertai gambar mengerikan.

Hal tersebut tentu saja sangat mudah menyerang psikologi seseorang sehingga mereka merasakan ketakutan terbesarnya. Tidak hanya itu saja, masih banyak hal-hal lain terkait informasi dan berita namun membuat pengguna justru merasa takut. Itulah mengapa sosial media justru terkadang dianggap sebagai penyebar ketakutan bagi penggunanya.

5. Tergantung Masing-masing Bagaimana Menerimanya

Gambar Membagi Informasi atau Menyebarkan Ketakutan di Sosmed 6 - IYADEH.COM

Actually, menyebar ketakutan atau tidak semua akan tergantung pada pemikiran masing-masing orang menerimanya. Seperti sudah dijelaskan pada poin sebelumnya bahwa setiap pengguna sosial media mempunyai pemikiran, ketakutan hingga penilaian sendiri terhadap sebuah info yang didapatkannya.

Bagi sebagian dari mereka tidak merasa takut bahkan lebih mempersiapkan dirinya dalam menghadapi atau menganggapnya hanya sebatas informasi semata. Namun sebagiannya lagi justru menangkapnya sebagai ketakutan sehingga mengakibatkan dirinya panik. Ini semua tergantung pada diri masing-masing.

6. Berita dan Info sering Dilebih-lebihkan

Source : tosshub.com
Source : tosshub.com

Menanggapi kecemasan menyangkut info dan berita yang justru menyebar ketakutan, sayangnya memang masih banyak dari keduanya sering dilebih-lebihkan. Oleh sebab itulah tidak heran jika sebagian pengguna justru merasa takut alih-laih mempersiapkan diri atau menjadikannya sebagai informasi.

Melihat poin di atas, bisa disimpulkan bahwa apapun berita dan informasinya apakah menyebar ketakutan atau tidak semua akan dikembalikan pada pribadi masing-masing. Sebaiknya jangan terlalu dianggap serius fokus saja pada perbaiki diri sendiri agar menjadi better person.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *