Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Kabar Generasi Millennial : Mengembangkan Bakat atau Belajar sesuatu yang Baru?

Bingung menentukan masa depan bukan permasalahan satu orang saja, tetapi kebanyakan generasi millennial akan mengalaminya. Oleh sebab itu sebenarnya mereka hanya butuh gambaran serta saran sehingga bisa menentukan masa depannya sendiri. Biasanya pemilihan antara mengembangkan bakat atau belajar sesuatu yang baru menjadi perdebatan sengit hati mereka. Mari membahasnya bersama antara kedua pilihan tersebut.

Pilihan Terbaik antara Mengembangkan Bakat atau Belajar sesuatu yang Baru

Pada dasarnya jika menanyakan hal tersebut, hanya bisa dijawab oleh diri sendiri. Setiap orang mempunyai bakat terpendamnya masing-masing, bahkan untuk mereka yang tidak sekolah tetap menyimpan potensi berbakatnya. Namun kembali lagi bagaimana usahanya dalam mengembangkannya, atau malah cenderung keluar jalur dan memutuskan belajar hal-hal baru di luar bakatnya? Pilihan terbaik antara keduanya berikut penjelasan sesuai penilaian Iya Deh.

1. Lebih baik Mengembangkan Bakat yang Sudah Ada

Source : penerbitdeepublish.com
Source : penerbitdeepublish.com

Poin pertama ini sangat kuat karena memang jika sudah mempunyai bakat, bisa terjamin potensinya besar dengan kemungkinan sukses besar. Dimana dalam proses pengembangannya seseorang tidak akan merasa bosan atau patah semangat karena merasa kegiatan tersebut bagian dari hal yang disukainya.

Oleh sebab itu tidak akan ada kata pesimis tapi optimis yang pada akhirnya membuatnya semangat. Selain itu bakat terpendam akan lebih mudah dikembangkan daripada memulai mempelajari sesuatu baru, belum tentu bisa mengikutinya. Kemungkinan besar di tengah proses mereka menyerah karena merasa bukan bakatnya.

2. Tidak ada Jaminan Mempelajari Hal Baru bisa Berjalan Lancar

Source : sorogan.id
Source : sorogan.id

Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa bagi seseorang mempelajari hal-hal baru bukan sesuatu yang mudah. Hal tersebut karena kemungkinan besar bukan termasuk dalam bakatnya sehingga akan lebih sulit dalam mengembangkannya, selain harus memulai semuanya dari awal pelakunya juga diharuskan mempelajari teori hingga materai asing.

Hal tersebutlah yang membuat tidak akan ada jaminan mempelajarinya bisa berjalan lancar, bahkan besar kemungkinannya menyerah di tengah perjalanan. Alasannya karena memang sulit, serta bukan potensinya. Ibarat anak IPS diharuskan masuk ke dalam laboratorium kimia, tentu saja tak akan bisa mempelajarinya meskipun sudah belajar dari awal.

3. Bisa Mempelajari Hal Baru tetapi Berhubungan dengan Bakatnya

Source : pikiran-rakyat.com
Source : pikiran-rakyat.com

Poin selanjutnya adalah generasi millennial bsia mempelajari hal baru tetapi masih berhubungan dengan bakatnya sehingga meskipun belajar dari awal tidak begitu sulit memahaminya. Namun jaminan kesuksesan juga masih jauh bisa diperkirakan, semua akan dikembalikan pada pribadi masing-masing yang menjalaninya.

Biasanya pengambilan keputusan ini akan dilakukan bagi mereka yang menyukai tantangan sehingga menerima hal-hal baru adalah hobinya. Justru mempelajari hal baru menjadi sesuatu harus dilakukan dalam menjalani hidupnya. Oleh sebab itulah belum dapat menjamin kesuksesan karena memang tak semuanya menyukai tantangan.

4. Mengembangkan Bakat akan Lebih Mudah dan Cepat Proses Pembelajarannya

Source : david-pranata.com
Source : david-pranata.com

Pada dasarnya bakat yang sudah ada lalu dikembangkan tentunya akan memberikan lebih banyak kemudahan bagi pelajar juga pengajarnya. Selain itu proses pembelajarannya juga cepat daripada harus mengajarkan dari awal lagi jika belajar hal baru bagi mereka. Misalkan saja sudah menghafalkan dasar BAB 1-5, hanya perlu mengembangkannya lagi lalu melanjutkan BAB lainnya.

Oleh sebab itulah mengapa prosesnya bisa dianggap cepat karena tidak perlu mempelajarinya dari awal sehingga generasi millennial yang ingin mengembangkan bakatnya lebih mudah. Biasanya mereka memang menggunakannya untuk memperjelas masa depannya, meskipun sudah bekerja di kantoran terkadang sebagian masih merasa kurang puas karena bukan bakatnya.

5. Semua Keputusan akan Kembali Pada Pribadi Diri Sendiri

Source : cnnindonesia.com
Source : cnnindonesia.com

Membicarakan masalah masa depan memang sangat rumit, terlebih dengan kondisi yang memang sedang sulit-sulitnya menjalani hidup. Oleh sebab itulah keputusan akan dikembalikan pada masing-masing pribadi diri sendiri. Mengembangkan bakat atau memulai hal baru keduanya sama-sama baik poin pentingnya seseorang mau belajar.

Disitulah bisa dikatakan sebagai contoh seseorang yang akan sukses dikemudian hari karena mau belajar, baik mengembangkan bakatnya atau dengan belajar hal-hal baru. Tanpa disadari kedua penentuan tersebut harus dipikirkan untuk masa depan.

6. Tidak Perlu Memaksakan Kehendak Jalani Apa Adanya

Source : ekrut.com
Source : ekrut.com

Seseorang yang tiba-tiba memikirkan kedua hal tersebut, biasanya sudah bekerja di sebuah perusahaan tetapi masih bingung terhadap potensi dirinya. Bisa juga kurang puas karena merasa belum seutuhnya memerankan sebagian potensinya. Tidak perlu memaksakan kehendak dengan menelusuri keduanya, jalani semuanya apa adanya.

Di jaman modern seperti sekarang ini bisa dikatakan tidak ada yang mampu mengejar impian awalnya. Hal tersebut karena mereka sibuk dengan pekerjaannya agar tetap mendapatkan gaji per bulan untuk bertahan hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik