6 Cara Mengelola Usaha Rintisan UMKM

Mengelola Usaha Rintisan
Mengelola Usaha Rintisan

Memulai sebuah bisnis memang terlihat sangat mudah, tetapi mengelolanya yang tidak mudah karena langka tersebut menjadi penentuan bagaimana usahanya tersebut berkembang. Itulah mengapa banyak sekali bisnis-bisnis kecil awal kurang diperhatikan hingga akhirnya mengalami kebangkrutan. Berikut ini akan dibahas sedikit cara mengelola usaha rintisan umkm.

Cara-cara Mengelola Usaha Rintisan UMKM

Semua orang mungkin bisa memulai bisnis pertamanya, tetapi tidak semuanya dapat dengan baik mengelolanya. Hal tersebut karena sudah menjadi tantangan bagi pengusaha, layaknya seorang pegawai baru yang sedang belajar. Pasang surut pendapatan sebuah bisnis pasti akan terjadi, itulah mengapa pemilik harus pandai dalam mengelola. Berikut cara mengelolanya semoga membantu.

​​​​​​​1. Utamakan Memanajemen Keuangan

Source : inacraftnews.com
Source : inacraftnews.com

Manajemen keuangan dalam sebuah bisnis adalah cara mengelola usaha rintisan pertama yang harus diperhatikan serta diperhitungkan secara teliti. Uang adalah jantung dri setiap kegiatan di dalam ruang lingkup usaha. Bahkan tujuan utama mendirikannya juga untuk mendapatkan uang bukan? Oleh sebab itulah harus dikelola secara baik.

Usahakan untuk tidak terlalu mempunyai pengeluaran perusahaan besar. Misalkan usaha tersebut  masih menyewa ruko, berarti pendapatan hasil dagang harus melebihi jumlah harga sewa. Teknik itu hanya contoh saja, karena memang biasanya menyewa ruko adalah hal yang sering dianggap sepele teapi menjadi pengeluaran paling besar.

2. ​​​​​​Jangan Terlalu Idealis dalam Memajukan Bisnis

Source : community.detik.com
Source : community.detik.com

Mempunyai keinginan memajukan bisnis secara kontinyu itu baik, namun sebagai pengusaha yang cerdas seharusnya bisa menyesuaikan dengan budget atau modal. Mempunyai pemikiran idealis dalam berbisnis tidak akan membuahkan hasil terbaik, mungkin bagi sebagian pengusaha berhasil namun tidak semuanya.

Sesuai dengan pengalaman dari kerabat penulis, terlalu idealis dalam mendekor rukonya, hingga membuka lowongan karyawan besar-besaran. Padahal pemasarannya sudah bagus, konsumen banyak dan laris tetapi akhirny bangkrut. Hal tersebut karena pengeluaran dekor ruko yang mendapatkan uangnya dari pinjaman bank.

Baca juga : 6 Langkah Mengajarkan Anak Lelaki Bertanggung Jawab

3. ​​​​​​Minimkan Pengeluaran untuk Pemasaran

Source : beritagar.id
Source : beritagar.id

Berbisnis di era globalisasi seperti sekarang ini lebih mudah daripada zaman dahulu. Terutama dalam hal pemasaran, oleh sebab itulah cara mengelola usaha rintsan umkm selanjutnya minimkan pegeluaran untuk marketing. Alasannya karena saat ini sudah banyak digital marketing  murah bahkan gratis.

Modal kreatif dalam mendesain promosi, posting ke dalam sosial media, jika memang produk menarik tentunya akan menarik konsumen dengan sendirinya. Namanya saja bisnis rintisan, tidak boleh terlalu memforsir pengeluara terutama untuk pemasaran karena tingkatannya sendiri akan bertahap nantinya.

4. ​​​​​​Mencari Harga Terbaik saat Belanja

Source : banksinarmas.com
Source : banksinarmas.com

Cara selanjutnya adalah mencari harga terbaik saat belanja, atau bisa dibilang kulakan bahan sesuai dengan produk yang dihasilkan. Tentunya poin ini sudah menjadi dasar ilmu pengusaha dalam mengelola usaha rintisan, mencari harga termurah untuk mengisi stock barang kosong.

Namun terkadang hal ini juga tergantung dengan produk awal usahanya, karena biasanya masing-masing mempunyai konsepnya. Misalkn menjual jenis premium tentu saja bahanya harus premium dan sudah seharusnya harga jual sebanding dengan harga-harga bahan tersebut sehingga tidak timpang sebelah.

5. ​​​​​​Tidak Perlu Menyewa Karyawan di Awal Dagang

Source : webflow.com
Source : webflow.com

Sudah sedikit disinggung terkait pengalaman kerabat penulis yang menyewa karyawan pada akhirnya harus rugi banyak di awal. Usaha rintisan semua orang tahu baru berdiri, paling lama 2-3 tahun itu saja sebagian masih belum bisa menyewa karyawannn karena kurangnya pendapatan.

Menggaji karyawan bukan seperti memberikan sedekah, karena mereka mempunyai nilai upah sendiri sesuai wilayah. Hal tersebut sudah harus diperhitungkan agar tidak terjadi pengurangan tenaga di akhir. Oleh sebab itu cara selanjutnya mengelola usaha rintisan jangan menyewa karyawan di awal berdagang.

​​​​​​6. Optimalkan Penentuan Target Pemasarannya

Source : uii.ac.id
Source : uii.ac.id

Penentuan mengelola usaha rintisan dengan target pemasaran adalah hal penting bagi mereka yang akan memulai sebuah bisnis. Hal tersebut nantinya akan berguna ketika kan menjalankan proses marketing termasuk juga promosi. Tidak lucu, misalkan produk Anda makanan pedas tetapi targetnya anak-anak. Kesalahan sedikit ruginya bisa selangit.

Oleh sebab itulah pada poin terakhir cara mengelola usaha rintisan, optmalkan penentuan target pemasarannya. Disaat melakukan proses pemasaran akan lebih mudah serta menjaring konsumen lebih cepat karena tepat sasaran sesui dengan produknya.

Tidak ada salahnya menjalankan sebuah bisnis kecil, namun memang membutuhkan cara mengelola usaa rintisan agar berjalan sesuai dengan rencana. Minimal Anda dapat mencapai tujuan awal sebelum membuka usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *