Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Lamaran Kerja Sering Ditolak? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Mengetahui penyebab lamaran kerja sering ditolak tentu sangat penting bagi para pencari kerja, apalagi untuk para pemula. Jadi pastikan Anda mengetahuinya dengan baik agar mengefisiensi waktu dalam mencari pekerjaan sampai menemukan yang terbaik.

Beberapa Penyebab Lamaran Kerja Sering Ditolak

Ada beberapa hal yang sering tidak dipedulikan dan ternyata menyebabkan lamaran pekerjaan sering ditolak oleh perusahaan penerima. Berikut adalah 7 penyebab kenapa lamaran kerja sering ditolak:

1. Mengosongkan atau Tidak Mengisi dengan Jelas Subjek Email

Mengosongkan atau mengisi tidak jelas subjek email ternyata merupakan suatu kesalahan yang fatal bagi Anda para pencari kerja. Hal tersebut tentu karena perusahaan tidak akan membuang-buang waktu membuka pesan tidak jelas di kotak masuk, pastinya banyak hal lain lebih penting.

Biasanya pihak perusahaan atau HRD akan menyediakan format khusus untuk penamaan pada subjek email. Jika tidak ada, Anda bisa memberikan nama secara formal dan pantas sehingga akan dibaca oleh pihak penerima dan lamaran kerja tersampaikan dengan baik.

2. Tidak Mengisi Body Email

Seperti mengirim surat, tidak mengisi body email berarti tidak melampirkan sesuatu untuk ditulis. Hal itu karena perusahaan akan menganggap Anda tidak serius dalam melamar pekerjaan. Jadi dengan pasti mereka akan menolaknya bahkan tanpa melihat berkas serta CV yang dilampirkan.

Pastikan Anda mengisi body email dengan menyampaikan maksud dan tujuan mengirimkan pesan tersebut, yaitu untuk melamar pekerjaan di perusahaan tujuan. Selain itu, sampaikan salam pembuka serta penutup. Jangan lupa menyampaikan identitas secara singkat sebagai pengantar.

3. Tampilan CV Tidak Formal, Bertele-tele dan Terdapat Kesalahan

Anda juga harus benar-benar memperhatikan Curriculum vitae yang akan dikirim. Hal tersebut tentu akan sangat berpengaruh pada peluang lamaran pekerjaan diterima atau ditolak. Pastikan membuat CV formal dengan rincian jelas sehingga berpeluang besar perusahaan menerimanya.

Dalam membuat CV sampaikan dengan bahasa singkat, padat dan jelas. Jangan gunakan bahasa bertele-tele sehingga menampilkan kesan kurang formal. Selain itu, perhatikan curriculum vitae sebelum dikirimkan. Jangan sampai terdapat salah ketik sehingga tidak berakibat fatal.

4. Rekam Jejak di Sosial Media Buruk

Dalam curriculum vitae Anda ketika melamar kerja, tentu pasti terdapat keterangan sosial media. Tentu hal itu bukan hanya suatu dekorasi dan pelengkap saja, biasanya pihak HRD akan menelusuri berbagai informasi pelamar termasuk rekam jejak sosial media yang tercantumkan.

Jadi pastikan Anda periksa terlebih dahulu sosial media yang tercantumkan. Jangan sampai terdapat suatu postingan atau segala sesuatu dengan potensi memperburuk image. Terlebih jika sedang di hadapan para HRD perusahaan.

5. Menuliskan Informasi Tidak Relevan dengan Posisi yang Dilamar

Ketika Anda melamar pekerjaan sebagai seorang graphic desainer pastikan mencantumkan pengalaman yang sesuai, jangan justru mencantumkan rekam jejak kepenulisan. Tentu karena menuliskan informasi relevan dengan posisi sangat penting dalam melamar pekerjaan.

Pihak HRD perusahaan akan mengkaji informasi terkait untuk semakin memperkuat pertimbangannya agar menerima Anda sebagai karyawan atau pegawainya. Jadi pastikan menampilkan hal-hal yang sesuai di curriculum vitae serta berbagai kelengkapan berkas lainnya.

6. Melamar Banyak Posisi di Perusahaan

Ketika Anda melamar pekerjaan, pastikan mempertimbangkan skill dan kemampuan. Kesalahan ini banyak dilakukan oleh para pemula, terutama fresh graduate. Jangan berpikiran bahwa jika ditolak dalam satu posisi akan diterima di bagian lainnya.

Ketika melamar dengan banyak posisi pada suatu perusahaan, pihak HRD juga akan mempertimbangkan hal itu. Mereka pasti berpikiran Anda tidak memiliki fokus keahlian atau arah dan tujuan dalam melakukan pekerjaan. Jadi pilihlah bagian yang benar-benar diminati.

7. Mengirim Lamaran Kerja di Akhir Tenggat Waktu

Ketika ingin mengirimkan lamaran pekerjaan, jangan menggunakan prinsip menunda-nunda. Apalagi sampai mendekati atau bahkan akhir dari tenggat waktu pengiriman.

Mengapa demikian? Karena pihak HRD perusahaan biasanya akan melihat lamaran pekerjaan yang datang di awal. Jadi jika mereka sudah menemukan yang sesuai spesifikasi, berkas Anda tentu hanya berakhir di tumpukan.

Dengan memahami apa saja sebab dari lamaran kerja sering ditolak, maka Anda bisa instrospeksi diri apakah sudah melakukannya dengan benar ataupun sebaliknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik