Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Gengsi atau Kebutuhan? Kesalahan Pemikiran Generasi Millenial tentang Kepemilikan Mobil

Kendaraan bermotor menjadi sebuah kaki kemana seseorang akan pergi, tetapi terkadang masih banyak yang menyalah artikan kegunaannya sebagai sebuah barang dibutuhkan. Pada dasarnya memilikinya itu bukan kebutuhan tetapi sekarang semuanya berpikir sebagai kebutuhannya, termasuk mobil.

Beberapa Kesalahan Pemikiran Generasi Millenial Tentan Kepemilikan Mobil

Keinginan mempunyai sebuah mobil pastinya ada di setiap daftar ketika kehidupan sudah mulai sukses. Tetapi kenyataannya, ada beberapa dari kalangan generasi muda salah mengartikannya sebagai keharusan memilikinya. Berikut kesalahan-kesalahan lainnya dalam berpikir tentang sebuah mobil.

1. Sebuah Kebutuhan Primer dalam Hidup

Source : otomotif.okezone.com

Pada dasarnya sebagai masyarakat Indonesia mempunyai sebuah motor saja sudah cukup, melihat kemacetan sudah sering terjadi di kota-kota besar. Tetapi ternyata beberapa kalangan menganggapnya belum cukup karena masih belum menyamankan hidupnya dengan tidak kepanasan dan kehujanan.

Dari alasan itulah lalu muncul pemikiran bahwa mempunyai sebuah mobil adalah kebutuhan primer setiap manusia, diimbuhkan ‘yang mampu’. Mampu tersebut tidak hanya berpenghasilan, tetapi dalam segala hal termasuk tidak menambah cicilan hanya untuk memenuhinya, karena mobil bukan kebutuhan.

2. Lebih Menaikkan Gengsi Lifestyle bukan Kebutuhan

Source : cintamobil.com

Sudah banyak orang yang membuktikan bahwa tanpa memenuhi keinginan lifestyle, uang satu juta sebenarnya bisa untuk hidup hingga satu bulan lamanya. Namun, di jaman serba modernisasi seperti sekarang sangat mustahil untuk mengesampingkan lifestyle karena keinginan sebuah gengsi.

Gengsi dengan teman-temannya yang mungkin sudah mempunyai mobil, merasa sudah bekerja namun belum memilikinya lalu mengajukan pembelian secara kredit. Jalur sukses salah, rumah seharga mobil kebutuhan utama terkadang terganti karena gengsi. Jangan menambah cicilan hanya karena gengsi, salah.

3. Melakukan Segala Cara untuk Mempunyai Mobil

Source : okezone.com

Membeli mobil secara kredit bukan penyelesaian tepat bagi kalian yang ingin memilikinya, karena akan menambah beban tanggung jawab cicilan. Jika sudah mempunyai tanggung jawab membayar angsuran rumah sebaiknya jangan menambahnya dengan mengajukan pembelian mobil.

Syukuri apa yang sudah kalian punya, rumah merupakan tempat berteduh sehingga kepentingannya selalu utama daripada mobil. Motor masih bisa menemani ketika bepergian, panas gunakan jaket, hujan masih ada jas hujan. Semua hanya tentang rasa bersyukur jangan pernah merasa kurang.

4. Cicilan Membengkak karena Mengajukan Kredit Mobil

Source : otosia.com

Sudah sedikit disinggung bahwa cicilan membeli mobil setidaknya 1-3 juta per bulannya, setara dengan pembelian rumah sehingga jika kalian masuk ke dalam belenggu keduanya, sebulan harus mengeluarkan kewajiban sekitar 2-6 juta rupiah. Jumlah yang fantastis untuk membayar cicilan per bulan.

Berapapun gajinya, jika terpotong untuk membayar itu semua terasa sangat sayang karena masih ada tanggung jawab lainnya. Belum lagi bagi kalian keluarga kecil mempunyai anak kecil, kisaran tersebut sudah bisa digunakan membayar cicilan tabungan sekolah anak di masa depan. Think future.

5. Hanya Membutuhkan Uang DP

Source : otomotif.bisnis.com

Semua orang bisa membeli mobil, tetapi tidak semuanya mampu mengeluarkan biaya perawatannya. Coba saja kalian hitung dari ganti oli, servis rutin hingga terjadi kerusakan dan belum lagi mengeluarkan tanggungan dalam membayar cicilannya per bulan. Membayangkan sudah dibuat silly pembagiannya.

Mobil baru maupun second semuanya membutuhkan perawatan, mungkin mobil baru akan maintenance setelah 5 tahun pemakaian namun setiap tahun harus mengeluarkan pajak sekitar 2-3 juta. Kewajiban tersebut juga masuk ke dalam perawatan, jadi membelinya bukan hanya mengeluarkan uang DP.

6. Tidak Mampu Membayar Cicilan bisa Menjualnya

Source : berita.rajamobil.com

Mudah memang jika kalian berpikir seperti itu, namun kerugiannya akan membuat kecewa. Penjualan unit mobil second tidak akan semulus ponsel, walaupun mobil baru karena banyak pertimbangan terutama jika alasannya tidak bisa membayar angsurannya karena harus oper kredit.

Tidak semua orang mau melakukannya, jika ada yang bersedia paling tidak kalian akan menerima uang pengganti DP dengan jumlah angsuran tanpa bunga. Sama halnya menjual mobil bekas, pengajuan kredit melalui leasing dan mereka akan memilih mobil seperti apa serta mengkaji ulang penerima oper kreditnya.

Semua keputusan selalu saja akan kembali pada pribadi masing-masing karena mempunyai mobil atau tidak, masih bisa makan seharusnya sudah bersyukur. Jangan lupa untuk selalu melihat ke bawah agar tahu bagaimana orang-orang yang belum beruntung bahkan makan sehari saja sudah kenyang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik