Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Kesalahan Milenial dalam Mengelola Keuangan

Para milenial yang baru bekerja atau memiliki penghasilan ternyata disadari atau tidak masih sering melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan. Baik itu dari hal sepele sampai fatal sekalipun. Lalu apa saja kesalahannya? Pastinya Anda penasaran bukan?

Beberapa Kesalahan Para Milenial dalam Mengelola Keuangan

Disadari atau tidak para milenial masih sering melakukan kesalahan dalam mengelola keuangannya. Berikut adalah contoh dari beberapa kesalahannya yang bisa Anda simak & hindari mulai sekarang:

1. Tidak Memiliki Dana Darurat

Ketika gaji atau penghasilan turun di awal bulan, para milenial biasanya sudah memiliki berbagai rencana kemana dana tersebut dialokasikan. Makan bersama teman, membeli baju atau berbagai barang baru atau bahkan liburan ke bermacam-macam lokasi pariwisata.

Namun para milenial seringkali lupa terhadap satu hal, yaitu tidak menyiapkan dana darurat. Hal ini tentu akan menjadi suatu kesalahan fatal dalam mengelolah keuangan. Siapa tahu di pertengahan atau akhir bulan terdapat sesuatu darurat, jika tidak ada uang cadangan maka Anda akan kesulitan.

2. Mementingkan Membeli Keinginan Daripada Kebutuhan

Hal ini yang sering menjadi kesalahan milenial dalam mengelola keuangan, seringkali lapar mata. Menginginkan membeli berbagai macam barang atau sesuatu yang unik, lucu, menarik, namun ternyata tidak ada esensi kebutuhan sama sekali. Jadi hanya sekedar “ingin beli” saja.

Di sisi lain, para milenial seringkali mengabaikan berbagai macam kebutuhannya. Seperti menu makanan, serta kebutuhan penting lainnya. Ketika mulai mengingat, ternyata uangnya sudah terkuras habis hanya untuk membeli keinginan yang tidak penting. Tentu itu merupakan suatu kesalahan fatal.

3. Belanja Setara Penghasilan

Salah satu kesalahan yang tidak disadari milenial ketika gajinya semakin naik adalah menaikkan gaya hidupnya juga. Jadi menjadi semakin hedon dan banyak pengeluarannya. Padahal hal tersebut jelas salah dalam prinsip mengelola keuangan.

Jika semakin banyak gaji maka semakin bermacam pula belanjanya, akhirnya pengeluaran akan sama dengan penghasilan. Berujung pada tidak adanya dana tabungan atau darurat. Padahal sebagai milenial, harusnya mempersiapkan hal itu secara matang untuk kebutuhan masa depan.

4. Membiarkan Utang Kartu Kredit Menumpuk

Beberapa dari para milenial biasanya sudah memiliki kartu kredit untuk mempermudah transaksi sehari-hari. Padahal dalam penggunaannya juga terlibat sebuah tanggung jawab besar dalam mengelolanya. Hal ini tentu akan menyebabkan kesalahan mengelola keuangan.

Dalam menggunakan kartu kredit, setidaknya sebagai milenial Anda harus mengetahui dua aturan penting. Pertama jangan terlalu mengandalkannya untuk keperluan sehari-hari, gunakan seperlunya. Selanjutnya, jangan digunakan membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan secara berlebihan.

5. Tidak Melakukan Investasi

Para milenial seringkali gelap mata ketika sudah melihat gaji atau penghasilannya turun. Terkadang sampai lupa untuk menabung, apalagi berinvestasi. Padahal banyak sekali reksa dana, pasar saham atau hal lain yang bisa menjadi ladang investasi mudah bagi orang awam termasuk kalangan muda.

Sebagai milenial, Anda bisa mencoba mulai menyisihkan uang untuk digunakan sebagai investasi. Tentu karena dengan berinvestasi, ada kemungkinan mendapatkan keuntungan jangka panjang sehingga bisa digunakan untuk kesiapan hidup pada beberapa tahun kedepan.

6. Tidak Menyiapkan Dana untuk Pensiun

Banyak milenial merasa masih tidak perlu untuk menyiapkan dana untuk pensiun saat usianya masih muda. Padahal tujuan mempersiapkannya tentu untuk meraih kesejahteraan di hari tua. Jika ditunda terus menerus maka lama-kelamaan tidak akan cukup waktu dalam mempersiapkannya.

Padahal seharusnya, dana untuk pensiun harus dipikirkan sejak awal ketika menerima pekerjaan. Berapa persentase uang yang harus disisihkan harusnya dipertimbangkan dengan baik. Aturan umumnya yaitu menyisihkan 15 persen dari penghasilan setiap bulan sebagai tabungan.

7. Abai dengan Kesehatan

Bagian ini memiliki hubungan terkait dengan kesalahan mengelola keuangan nomor dua, yaitu lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhan. Pada akhirnya para milenial ini mengabaikan kesehatannya. Lalu mengapa terkesan bisa menjadi suatu hal salah yang fatal?

Padahal dengan menjaga kesehatan, mulai dari memilih makanan baik, berolahraga, atau aktivitas baik lainnya, akan menyehatkan tubuh. Dengan badan sehat, tentu dapat bekerja secara maksimal dan totalitas dalam jangka waktu panjang. Jadi bisa memaksimalkan pendapatan karena hal tersebut.

Kesimpulannya, dalam mengelola keuangan Anda harus benar-benar teliti dan jangan sampai membeli sesuatu yang tidak penting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik