Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Mengapa Kebijakan TV Analog ke Digital banyak Pro dan Kontra?

Pada hari Rabu, 2/11/2022 lalu warga Jabodetabek dikagetkan dengan kebijakan baru pemerintah yang cukup mengecewakan beberapa pihak. Dimana masyarakat pemilik TV analog tidak bisa menggunakannya lagi karena dihentikan paksa dan semuanya dimigrasikan ke TV digital. Tentu saja banyak menuai pro dan kontra, namun apa sebabnya? Mengingat saat ini zaman sudah modern, mari membahasnya bersama.

Alasan Kebijakan TV Analog ke Digital banyak Pro dan Kontra

Dewasa ini memang banyak sekali masyarakat yang merasa kebijakan pemerintah kurang memikirkan rakyatnya. Namun terlepas dari itu semua sebenarnya seperti apa tidak diketahui pasti termasuk klaim  bahwa masyarakat Indonesia sudah cukup siap menerima migrasi TV analog ke digital. Sedangkan sebenarnya masih banyak masyarakat yang menggunakan TV analog karena memang masih bisa digunakan. Berikut alasan mengapa kebijakannya tersebut menuai banyak pro dan kontra.

1. Menyebabkan Kerugian untuk Sebagian Masyarakat

Source : youtube.com
Source : youtube.com

Seperti sudah disinggung sebelumnya, sebenarnya masih banyak masyarakat yang menggunakan TV analog sehingga adanya kebijakan tersebut cukup menimbulkan kerugian cukup besar. Penyebabnya karena memang saat ini mereka sedang berusaha memulihkan kondisi ekonominya, oleh sebab itulah sulit baginya untuk menyesuaikan rencana itu.

Dengan memigrasikan TV analog ke digital, semua masyarakat yang masih menggunakannya tidak bisa lagi memanfaatkannya sebagai hiburan. Sedangkan jika masih ingin digunakan mereka harus membeli STB, berlangganan parabola atau solusi terakhir menggantinya ke digital. Melihat hal tersebut tentunya mereka dipaksa mengeluarkan uang dan itu masuk ke dalam merugikan.

2. Tidak Semua Masyarakat sudah Beralih ke TV Digital

Source : suara.com
Source : suara.com

Pemerintah mengklaim bahwa masyarakat Indonesia sudah cukup siap dalam menerima migrasi tersebut. Tidak salah karena kemungkinan penilaian mentah mereka berasal dari banyaknya pengguna sudah mulai memanfaatkan barang elektronik canggih, termasuk bergantung pada smartphone-nya.

Namun penilaian tersebut masih mentah, bisa dibilang kemungkinan hanya pengandaian. Padahal kondisi asli belum semua masyarakat menggunakan TV digital termasuk LCD dan lainnya. Oleh sebab itulah alasan kedua mengapa kebijakan TV analog tersebut menuai banyak pro dan kontra karena tidak semua masyarakat sudah beralih ke TV lainnya.

3. Penetapan Kebijakan di Waktu yang Salah

Source : liputan6.com
Source : liputan6.com

Sudah hampir satu tahun Indonesia pulih dari pandemi Covid-19 dan saat ini semua masyarakatnya yang sempat terpuruk mulai bangkit dengan memulihkan lagi perekonomiannya. Di tengah proses penyembuhan tersebut, pemerintah justru menindih mereka lagi melalui kebijakan baru dan kemungkinan tidak harus dilakukan sekarang.

Oleh sebab itulah mengapa banyak menuai pro dan kontra, mengingat masyarakat sedang berusaha bukannya membantu justru semakin menekan. Meskipun ada posko bantuan terkait migrasi tersebut, tetap saja tidak menjamin mereka bisa mengembalikan hiburannya. Setelah resesi mulai surut, sekarang berganti TV analog. Dialog terbaik di seluruh dunia.

4. Kinerja Kominfo sejak Pemblokiran Website mulai Diincar

Source : jd.id
Source : jd.id

Permasalah pemblokiran pada situs, aplikasi dan lainnya yang tidak mendaftarkan diri akan terkena blokir oleh Kominfo. Sejak peristiwa tersebut gerak Kementerian Komunikasi dan Informasi selalu diincar oleh rakyat bahkan peretas sekelas Bjorka. Dengan mengeluarkan kebijakan baru lagi dan memang sebenarnya tidak harus sekarang juga cukup menyita perhatian.

Mempersulit masyarakat yang memang sedang dalam ekonomi sulit, hanya bisa menggunakan TV analog dan satu-satunya hiburan malah dimatikan paksa. Sudah banyak sekali jeritan masyarakatnya melalui sosial media. Itulah mengapa pada akhirnya keputusan kebijakan tersebut juga dianggap doesn’t make sense di tengah tingginya kemiskinan di Indonesia.

5. Keputusan yang Dianggap Tidak Menguntungkan Rakyat

Source : indozonenews
Source : indozonenews

Meskipun pihak bersangkutan sudah memberikan penjelasan bahwa tinjauan melakukan migrasi TV Analog ke digital sudah cukup lama direncanakan, namun keputusannya tetap dianggap tidak menguntungkan. Kebijakan tersebut tidak seharusnya ada mengingat masih banyak masyarakat menggunakan analog, oleh sebab itulah banyak pro dan kontra.

Bukannya tidak mampu tetapi memang karena tidak ada keuntungan lebih bagi rakyat justru merugikan seperti kata pada poin pertama. Di samping mereka harus membuang TV analog-nya, mereka juga harus membeli TV baru atau STB dan sebagainya, bukan untung terlihat jelas rugi.

6. Masih banyak yang Harus Dipertimbangkan lagi

Source : cnnindonesia.com
Source : cnnindonesia.com

Memang benar jika peninjauan ini sudah lama dilakukan pemerintah sehingga acara kemarin dianggap sukses. Namun selama apapun itu, penetapan kebijakan teknologi itu sulit begitu juga rencana tersebut. Nasi sudah menjadi bubur, pemerintah harus bisa mengendalikan pro dan kontranya.

Jika membicarakan masalah teknologi, pemanfaatannya saja belum semua bisa menggunakannya. Begitu juga dengan TV analog, dimana belum semua menggunakan sehingga kebijakan itu dianggap akan selalu menuai pro dan kontra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik