Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Indonesian Culinary : Jajanan Pasar Tradisional yang Langka dan Sedikit Pedagangnya

Membicarakan tentang kuliner di Indonesia memang tidak akan pernah ada habisnya. Setelah mengetahui beberapa ikon makanan khasnya, kali ini Iya Deh akan membahas terkait jajanan pasar tradisional yang sudah mulai langka dan jumlah pedagang menjajakannya juga semakin sedikit. Namun dengan adanya teknologi modern sudah banyak food vlogger menemukannya di wilayah tertentu.

Beberapa Jajanan Pasar Tradisional yang Langka dan Mulai Sedikit Pedagangnya

Selain makanan berat seperti Rendang, Rawon dan lain-lain, Indonesia juga sangat terkenal dengan bermacam jenis jajanan pasar tradisional namun sekarang mulai langka. Biasanya pedagang yang masih berjuang menjajakannya sudah tua atau lansia karena sudah menjalankan bisnisnya berpuluh-puluh tahun sampai di era globalisasi seperti sekarang ini. Berikut beberapa jajanannya.

1. Lenjongan Khas Solo yang Manis dan Legit

Source : tribunnewswiki.com
Source : tribunnewswiki.com

Jajanan pasar tradisional pertama ini adalah kumpulan makanan terbuat dari singkong. Biasanya penjualnya akan menjual grontol, getuk, tiwul, gendar, ketan hitam dan putih, gatot, sawur, jongkong, cenil, klepon semuanya disajikan di atas daun pisang lalu ditabur parutan kelapa dan gula pasir atau gula merah.

Mungkin bagi wisatawan hanya tahu pedagang Lenjongan ini di Pasar Gede, namun jika menelusuri setiap sudut kota Solo masih ada beberapa pedagangnya meskipun tidak selengkap disana. Keberadaannya penjual Lenjongan ini mulai digantikan oleh jajanan modern yang sudah banyak teradaptasi dari resep-resep makanan luar negeri.

2. Jenang yang Menjadi Oleh-oleh Khas dari Jawa Tengah

Source : rumahmesin.com
Source : rumahmesin.com

Banyak juga yang menyebutnya dengan dodol, namun penampilan keduanya berbeda. Sebutan jenang sendiri biasanya untuk masyarakat di Pulau Jawa, namun keduanya mempunyai tekstur sama hanya pengemasannya saja berbeda. Lembut dan manis membuat jajanan satu ini sangat cocok menemani sore hari bersama teh atau kopi.

Sayangnya jenang di Pulau Jawa yang berbentuk kotak dan dipotong-potong tersebut sudah mulai langka. Berbahan dasar gula merah, santan, parutan kelapa, ketan lalu diproses selajan berjam-jam. Kelangkaan kemungkinan karena bahan pembuatan mulai naik ditambah lagi dengan prosesnya cukup lama namun tenaga tidak sepadan dengan hasil yang didapatkan.

3. Clorot yang Manis dan Legit namun Langka Keberadaannya

Source : news.detik.com
Source : news.detik.com

Makanan yang terbungkus rapi menggunakan janur dibentuk seperti corong yaitu Clorot, kabarnya juga berasal dari Tanah Jawa. Jajanan ini memang sudah langka karena bahan pembungkusnya, selain itu sama seperti jenang cara membuatnya lumayan rumit mengingat harus membuat wadah dari janur lalu memasukkan adonan clorot ke dalamnya.

Membutuhkan banyak tenaga juga waktu sehingga di zaman serba sibuk seperti sekarang mungkin sudah jarang masyarakat yang mau membuatnya. Oleh sebab itulah clorot ini masuk ke dalam jajanan pasar tradisional langka saat ini. Terlalu sulit menemukan masyarakat modern mau membuat clorot dengan rasa otentiknya.

4. Kue Jahe yang Ternyata Asli Negara Indonesia

Source : indozone.news
Source : indozone.news

Mungkin sebagian masyarakat Indonesia tahu tentang kue jahe berbentuk orang dari film-film atau acara kuliner luar negeri. Namun ternyata makanan ini berasal dari Indonesia loh guys! Meskipun dibuat dengan bentuk atau karakter berbagai macam, namun penggemar kue ini dari tua hingga dewasa bahkan anak-anak.

Rasanya manis namun ada segar dari jahe dan tidak pedas. Setia pada perayaan biasanya kue ini akan disediakan sebagai salah satu jamuan tamu yang akan datang bertamu ke rumah. Namun sayangnya saat ini untuk menemukan kue ini sangatlah sulit, bahkan langka mungkin hanya beberapa pedagang masih membuat serta menjualnya.

5. Kue Carabikang yang Manis dan Berwarna-warni

Source : idntimes.com
Source : idntimes.com

Satu lagi jajanan khas Jawa yang saat ini juga sulit mencarinya, kue carabikang. Mungkin Anda pernah melihat liputan beberapa food vlogger berhasil menemukannya di tempat tertentu, namun jumlah pedangannya memang sedikit. Di Yogyakarta sendiri baru melihat liputannya ditemukan 2 penjual, keduanya ibu-ibu paruh baya.

Buka mulai pagi dalam beberapa jam saja sudah habis. Begitu antusiasnya masyarakat dengan jajanan jadul. Mungkin ada banyak yang menjualnya namun resep sudah diadaptasi sehingga rasanya kurang otentik khas jaman dulu.

6. Kue Putu Bambu dijual Keliling dengan Suara Siulan

Source : banten.tribunnews.com
Source : banten.tribunnews.com

Mencari jajanan tradisional satu ini sudah cukup langka, dulu banyak penjualnya berkeliling menggunakan sepedanya dengan suara siulan khas dari uang untuk memasak kue putu. Makanan terbuat dari tepung beras, kelapa dengan isian gula jawa ini cocok sekali menjadi teman ngopi atau ngeteh di sore hari.

Sebenarnya masih banyak sekali jajanan tradisional pasar yang mulai langka, seperti kue cucur. Mana favorit Anda sahabat Iya Deh?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik