Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Hati-hati Terjebak Asuransi, Membayar Premi di Balik Kejadian belum Pasti Statusnya

Pada dasarnya percaya atau tidak dengan asuransi semua dikembalikan lagi pada pribadi masing-masing orang serta kepercayaannya. Namun jika dilogika lagi sebenarnya menggunakannya sama saja rugi, selain membayarkan sesuatu untuk ketidakpastian karena seseorang tak akan bisa kapan sakit, kecelakaan dan sebagainya. Sedangkan klaim digunakan ketika hal tersebut terjadi.

Alasan Menggunakan Asuransi sama Saja terjebak dalam Ketidakpastian

Jika melihat penjelasan di atas, semua orang tidak akan yang ingin dirinya sakit atau mengalami hal buruk. Oleh sebab itu dengan mendaftarkan diri ke asuransi membayar ketidakpastian meskipun jika berhenti semua premi akan dikembalikan, mungkin sebagian akan menganggapnya menabung. Mengapa menggunakannya bisa dikatakan terjebak? Berikut poinnya.

1. Membayar Ketidakpastian Setiap Bulan dengan Tawaran Banyak Benefitnya

Source : reindo.co.id
Source : reindo.co.id

Sudah dijelaskan sedikit di atas, bahwa membayar dengan ikut mendaftarkan diri ke perusahaan asuransi sebenarnya sama saja membayar ketidakpastian kecuali untuk pendidikan. Hal tersebut berlaku bagi jenis jaminan asuransi kendaraan roda empat dan kesehatan, karena diklaim ketika nasabah mengalami kecelakaan menggunakan mobil serta pemeriksaan.

Kedua hal tersebut adalah hal tidak pasti, dimana tak akan ada seseorang yang tahu kapan terjadinya kecelakaan dan kesehatannya terganggu atau sakit. Oleh sebab itu jika Anda memutuskan ikut keduanya tentu saja membayarkan premi per bulan di balik ketidak pastinya kapan bisa mengklaimnya. Bahkan ada beberapa orang menyalahgunakannya.

2. Keuntungan baru didapat ketika Terjadi Hal sesuai Jaminannya

Source : lifepal.co.id
Source : lifepal.co.id

Sesuai dengan penjelasan di atas, keuntungan yang didapatkan nasabah adalah ketika terjadi hal sesuai jaminannya. Misalkan asuransi mobil, berhubungan dengan kecelakaan sehingga nantinya baru bisa mengklaim jaminannya tersebut. Sayangnya tidak semua perusahaan bisa diajak Kerjasama dalam artian proses pencairannya cukup lama.

Selain itu nasabah seperti dipersulit ketika akan mendapatkan haknya tersebut. Keuntungan yang baru didapatkan setelah terjadi hal tak diinginkan, alih-alih motif berjaga-jaga justru terlihat seperti berdoa terjadi agar mendapat keuntungannya. Tidak dipungkiri karena sudah banyak penyalahgunaan serupa sehingga merugikan banyak nasabah lainnya.

3. Dianggap Merugikan oleh Orang-orang Pandai Keuangan

Source : cnbcindonesia.com
Source : cnbcindonesia.com

Bagi beberapa orang yang pandai dalam keuangan sebenarnya beberapa asuransi ini merugikan. Oleh sebab itu tidak banyak masyarakat mendaftarkannya kecuali memang sudah fasilitas dari kantor sehingga harus dibayarkan menggunakan pemotongan gaji. Hal tersebut sudah menjadi tradisi dari pegawai di perusahaan Indonesia.

Namun jika dilihat dari teropong keuangan memang merugikan, buktinya banyak dari masyarakat lebih memilih menyisihkan pendapatannya ke tabungan darurat daripada mengikuti asuransi. Selain membiayai ketidakpastian tersebut, kentuan agama pun tidak diperbolehkan karena memang perjanjiannya tidak pasti .

4. Terkadang Proses Klaim lebih Lama atau Lambat padahal Hak Nasabah

Source : kompas.com
Source : kompas.com

Kekurangan perusahaan asuransi adalah dimana terkadang ada beberapa diantaranya memproses klaimnya lebih lama daripada ketika urusan menerima uang premi. Hal tersebut sangat disayangkan melihat sebenarnya klaim tersebut adalah bagian dari hak nasabahnya dan dipersulit saat akan mencairkan dana atau klaim asuransinya.

Oleh sebab itu jika Anda belum pernah mendaftarkan diri sebaiknya dipikirkan kembali karena proses klaim yang ditawarkan di awal cepat, terkadang mengalami keterlambatan. Namun jika nasabah mengajukan komplain jawabannya selalu sama, sudah sesuai prosedurnya seperti itu. Memang benar tetapi seharusnya bisa diperbaiki lagi.

5. Ibarat Menabung tetapi jika akan Mencairkannya Dipersulit

Source : idxchannel.com
Source : idxchannel.com

Mendaftarkan diri ke asuransi ibarat seperti menabung tetapi ketika akan mencairkannya dipersulit oleh pihak perusahaannya tersebut. Seperti sudah dijelaskan pada poin sebelumnya bahwa tidak semua tetapi beberapa perusahaan asuransi terlihat mempersulit nasabahnya ketika akan mengklaim asuransinya baik bentuk uang maupun tindakan.

Hal tersebut menjadi poin tambahan bagi Anda untuk mempetimbangkan kembali ketika akan mendaftarkan diri atau mobil menggunakan asuransi. Positif thinking Tuhan akan selalu melindungi umatNya meskipun tanpa asuransi, itulah yang dijadikan pedoman orang-orang desa hingga mempunyai umur panjang tanpa adanya asuransi.

6. Tidak Semua Harus Mempunyai Asuransi untuk Kehidupannya

Source : askrida.com
Source : askrida.com

Bisa dibilang, semua penilaian akan dikembalikan pada masing-masing pribadi. Dengan memberikan informasi tersebut sedikit membuktikan kerugiannya. Pada dasarnya tidak semua masyarakat juga harus mempunyai asuransinya untuk kehidupan, sehingga tidak ada keharusan serta paksaan mengikutinya kecuali memang keharusan dari kantor.

Perlu ditekankan lagi bahwa artikel ini hanya untuk membuktikan bahwa mengikuti asuransi atau tidak semua tergantung kepercayaan masing-masing. Jangan jadikan poin-poin tersebut sebagai penggiring opini karena memang sudah seperti itu keadaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik