Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Nervous Mendekati Hari Pernikahan! Berikut Hal yang Sebaiknya Dilakukan sebelum Hari H

Sudah hal wajar jika seseorang akan merasakan perasaan menggelitik atau nervous di pertengahan hari H menjelang acara pernikahannya. Namun sebaiknya gugup tersebut jangan menjadi penghalang melupakan beberapa hal yang harus dilakukan terutama terhadap mental calon pengantin baik pria maupun wanita, karena kehidupan setelah menikah berat.

Beberapa Hal yang Harus Dilakukan sebelum Hari H Pernikahan

Pada dasarnya ada hal-hal yang harus diperhatikan bagi Anda yang akan memulai kehidupan baru berumah tangga. Hidup bersama menjalani ibadah paling lama yaitu menikah tidaklah mudah, oleh sebab itu mental serta afirmasi positif harus ditanamkan sebelum hari H pernikahan datang di kemudian hari. Berikut akan dijelaskan hal tersebut.

1. Memastikan Tujuan setelah Menikah Sejalan dengan Pasangan

Source : liputan6.com
Source : liputan6.com

Hal pertama ini sangatlah dibutuhkan untuk didiskusikan bersama pasangan sebelum menikah, terutama terkait momongan atau memiliki anak karena memang butuh lebih banyak usaha. Beberapa orang memang memutuskan menunda bahkan sepakat tidak ingin mempunyai anak sama sekali, itu semua hak masing-masing.

Oleh sebab itulah hal pertama yang harus dilakukan tentu saja memastikan tujuan setelah menikah sejalan dengan pasangan Anda. Jika memang ingin langsung mempunyai momongan, harus sejalan dengan pasangan karena nantinya membesarkannya juga membutuhkan kerjasama keduanya sehingga sebelum membuatnya harus terjadi persamaan misi.

2. Pastikan Kedua Belah Pihak Keluarga tidak Ada Perbedaan Pendapat

Source : acc.co.id
Source : acc.co.id

Poin kedua ini untuk memastikan terkait acara yang nantinya akan diadakan karena beberapa keluarga mempunyai keyakinan serta adat istiadat masing-masing. Indonesia sendiri mempunyai beragam budaya serta kebiasaan ketika menggelar acara pernikahan. Oleh sebab itu hal harus diperhatikan selanjutnya tentu saja pastikan kedua pihak keluarga sejalan.

Dimana tidak ada perselisihan, karena menikah tidak hanya menyatukan dua insan yang sedang jatuh cinta saja tetapi juga keluarga dengan budaya serta kepercayaan adat berbeda-beda. Hal ini sebenarnya menjadi bagian paling sulit karena ada beberapa bahkan mendebatkannya tidak selesai-selesai hingga mencapai mediasi menggunakan adat modern.

3. Persiapan Mental Bagi Calon Pengantin Wanita dan Pria

Source : kompas.com
Source : kompas.com

Seperti sudah disinggung sebelumnya, bahwa menikah membutuhkan mental yang kuat. Hal tersebut karena akan menjadi ibadah paling lama, seumur hidup berdampingan menghadapi masalah intern dan ekstern. Jika tidak mempersiapkan mental terlebih dahulu kemungkinan kaget akan sangat besar, bahkan di awal pernikahan beberapa sudah merasa sulit.

Pernikahan 5 tahun pertama menjadi titik awal kesulitan yang biasanya mengincar perekonomian, sehingga terkadang beberapa diantaranya berjuang mati-matian untuk memenuhi kebutuhan. Tetapi ada juga permasalahannya bukan di ekonomi, masing-masing pasangan menikah akan mempunyai ujiannya sendiri. Oleh sebab itu mental harus sekuat baja.

4. Jangan Menjadikan “Bahagia” sebagai Satu-satunya Tujuan Menikah

Source : gramedia.net
Source : gramedia.net

Jika Anda menikah hanya mempunyai tujuan Bahagia, sepertinya sangat salah. Iya benar di tengah badai pasti selalu ada rasa Bahagia karena menikah dengan orang yang dicintai, namun pernikahan tidak hanya sebatas itu saja. Masih banyak hal yang harus diperhatikan lebih dari perasaan Bahagia, menerima kondisi pasangan apa adanya salah satunya.

Selain itu, menikah juga harus menerima keluarganya sehingga dasar tujuan Bahagia tidak akan menjadikanmu mampu bahkan menghasilkan mental yang kuat. Ingat bahwa menikah merupakan ibadah paling lama, oleh sebab itulah banyak sekali rintangannya. Tetapi akan Bahagia karena melaluinya bersama pasangan.

5. Afirmasi Diri Sendiri dan Pasangan akan sama-sama Menerima Apa Adanya

Source : indonesiaimaji.com
Source : indonesiaimaji.com

Menerima apa adanya pasangan sudah merupakan syarat umum bahkan harus dilakukan ketika sudah memutuskan untuk menikah. Oleh sebab itu  afirmasi tersebut juga dibutuhkan mengingat nantinya keburukan suami atau istri terlihat setelah tinggal bersama. Walaupun sudah pacaran lama, tetap saja ada hal baru dari sifat pasangan.

Jika tidak mengafirmasi diri menerimanya, akibatnya bisa seperti artis-artis yang memilih pisah hanya karena merasa tidak cocok. Sedangkan hal tersebut seperti mempermainkan janji suci, mengingat menikah tidak seharusnya dijadikan sebagai permainan layaknya pacaran.

6. Apapun Masalahnya Nanti Jangan Pernah Meninggalkan satu sama lain

Source : alinea.id
Source : alinea.id

Pernah ada ustadz yang memberikan wejangan untuk pasangan halal baru menjalani belum sampai 5 tahun menikah, “sebesar apapun ombaknya, jangan pernah lompat dari kapal”. Ombak dianggap sebagai masalah dan kapal adalah pernikahan Anda, hal tersebut membuktikan tidak ada masalah tanpa penyelesaian sehingga tetaplah bertahan bersama pasangan.

Keenam hal yang harus dilakukan sebelum menikah di atas semoga bisa membantu. Dimana menikah memang membutuhkan banyak wejangan hingga membuat nyaman para calonnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik