Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Fenomena Pamer Harta di Media Sosial, Apa Dampaknya bagi Lingkungan Sosial?

Flexing atau pamer saat ini justru menjadi konten yang sering dilakukan oleh beberapa pembuat konten. Hal tersebut termasuk miris melihat masih banyak masyarakat di Indonesia yang membutuhkan. Mungkin memang benar sebagian dari mereka menunjukkan rasa simpati dengan bersedekah namun tetap saja di syuting dan akhirnya menjadikannya sebuah konten juga.

Beberapa Dampak Flexing untuk Lingkungan Sosial Sekitar

Seringkali dilakukan oleh pembuat konten memamerkan hartanya melalui konten. Meskipun tidak mengganggu bahkan banyak yang menikmatinya, namun dampak beredarnya konten-konten sejenis cukup memprihatinkan. Oleh sebab itu mari bersama membahas dampaknya agar mengurangi pamer kekayaan menjadikannya sebuah konten. Berikut dampak-dampaknya.

1. Memperlebar Terjadinya Kesenjangan Sosial di Antara Masyarakat

Source : tirto.id
Source : tirto.id

Dengan adanya konten-konten memamerkan harta bendanya tentu saja membuat terjadinya kesenjangan sosial di antara masyarakat lainnya. Akhirnya banyak terjadi kebencian karena merasa tidak bisa melakukan apa yang pembuat konten tersebut lakukan. Tidak ada yang bisa menghentika seseorang merasakannya, oleh sebab itulah terjadi kesenjangan sosial dirasa menjadi dampak buruknya.

Terkadang beberap orang bahkan akhirnya meninggalkan kata-kata tidak mengenakkan terkait mereka yang seringkali memamerkan hartanya. Hal-hal tersebut sudah termasuk sebagai akibat dari adanya kesenjangan sosial, oleh sebab itu diharapkan untuk membuat konten lebih berkualitas sehingga peristiwa tersebut tak akan terjadi di lingkungan masyarakat.

2. Meningkatkan Kasus Kejahatan Mencuri dan Perampokan

Source : pikiran-rakyat.com
Source : pikiran-rakyat.com

Memang belum ada kasus dari dampak kedua ini, namun kemungkinannya besar. Melihat dampaknya di poin pertama, terpicu dari kesenjangan sosial tersebut pada akhirnya memunculkan pikiran jahat merampas dan mencurinya. Bahkan saat ini sudah sering terjadi pemerasan bermodus soceng di media sosial. Penyebab cyber crime salah satunya, konten flexing tersebut.

Jika Anda pernah melihat bagaimana Baim Wong seringkali didatangi oleh masyarakat yang “meminta” untuk dibantu dalam membayarkan hutangnya. Meskipun kemungkinan ada settingan disana, namun menjadi dampak dari memerkan harta. Oleh sebab itu sebaiknya jangan ada lagi pembuatan konten-konten sejenisnya mengingat sudah ada Indra Kenz yang saat ini menginap di balik jeruji besi.

3. Memunculkan Rasa Ingin Meminta pada Pengguna Lainnya

Source : wolipop.detik.com
Source : wolipop.detik.com

Sudah sedikit disinggung terkait kasus Baim Wong, dimana banyak sekali masyarakat yang meminta bantuannya. bahkan datang dari luar kota. Usut punya usut ternyata hal tersebut terjadi karena Baim Wong dulu seringkali membuat konten membagikan sedekah serta membantu dengan suka rela orang-orang tidak mampu. Pada akhirnya muncul lah kesenjangan sosial.

Pada akhirnya mereka pun memberanikan diri meminta-minta secara langsung pada Baim Wong. Meskipun saat ini kegiatan tersebut tidak lagi dilakukan oleh aktor Indonesia tersebut, namun namanya sudah terlanjur membekas di pikiran masyarakat sehingga banyak yang mengandalkannya. Terlepas dari kasus tersebut, sebaiknya kurangi mengumbar.

4. Tidak Dianjurkan dalam Agama karena Sama Saja Sombong dan Arogan

Source : liputan6.com
Source : liputan6.com

Selain menimbulkan banyak dampak salah satunya adalah kesenjangan sosial tersebut, pada dasarnya dalam semua agama sebenarnya perilaku ini tidak diperbolehkan. Hal tersebut karena meskipun tidak ada niatan namun membuat konten seperti itu sama saja dengan sombong dan arogan. Kedua sifat yang tentunya akan dibenci oleh Tuhan.

Sayangnya di zaman sekarang sepertinya semakin menjadi larang makin dilakukan. Oleh sebab itulah terkadang melihat media sosial saat ini justru miris, kasihan generasi penerusnya. Usahakan membuat konten yang bermanfaat tanpa menonjolkan apapun yang sedang dimiliki sekarang. Cukup Anda dan keluarga juga kerabat saja mengetahuinya.

5. Menimbulkan Perasaan Iri pada Orang Lain

Source : lifestyle.kompas.com
Source : lifestyle.kompas.com

Salah satu akibat dari terjadinya kesenjangan sosial adalah dimana munculnya perasaan iri pada orang lain. Dimana mengakibatkan seseorang memampukan dirinya untuk bisa memiliki harta yang sama, padahal sebenarnya mereka kurang mampu memilikinya tetapi maksakan dirinya karena memang didorong oleh rasa iri tersebut. Hal ini tidak bisa dihentikan oleh orang lain, menyangkut perasaan orang lain.

6. Kegiatan yang Tidak Ada Gunanya Bagi Pengguna Lain

Source : lifestyle.bisnis.com
Source : lifestyle.bisnis.com

Selain mengakibatkan banyak dampak buruk, kegiatan memamerkan harta di media sosial sebenarnya tidak ada gunanya. Mungkin memang benar akhirnya pembuat kontennya mendapatkan keuntungan dengan datangnya endorse, namun justru hal tersebut malah menjadi pertanyaan. Mereka sudah kaya mengapa masih diberikan pendapatan melimpah lagi? Bahkan kontennya hanya sebatas flexing.

Setiap orang berhak mengekspresikan dirinya di dalam akun media sosialnya masing-masing. Begitu juga dengan melakukan flexing atau pamer, namun sebaiknya dikurangi karena berdampak tidak baik bagi lingkungan sosial orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik