Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Faktor-faktor yang Dapat Memicu Munculnya Ketertarikan Antara Sesama Jenis

Beberapa waktu terakhir, LGBTQ+ mulai menjadi pusat pembicaraan karena banyak orang tidak ragu menampakkannya pada khalayak luas. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait alasan apa saja yang dapat memicu penyelewengan orientasi seksual tersebut untuk sekedar menambah pengetahuan ataupun kebutuhan penelitian.

Faktor-faktor yang Dapat Memicu Munculnya Ketertarikan Antara Sesama Jenis

Perlu diketahui meski pada awalnya penyuka sesama jenis dianggap sebagai gangguan mental, namun semenjak tahun 1987 banyak lembaga di dunia termasuk American Psychiatric Association (APA) menyatakan hal berbeda. Sebenarnya penyebabnya belum ditemukan secara pasti, namun berikut faktor yang diduga bisa memicu:

1. Trauma Masa Kecil

source: tempo.co

Masa kecil sangat berpengaruh pada bagaimana kondisi psikologis anak nantinya ketika sudah menginjak usia remaja berlanjut ke dewasa. Oleh karenanya ketika terjadi hal tidak diinginkan misalnya saja pernah dipaksa melakukan hubungan seks sesama jenis, bukan tidak mungkin jika nantinya mereka memiliki kelainan orientasi seksual.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kinsey Institute kepada 1.000 orang homoseksual dan 500 orang heteroseksual menyatakan jika trauma masa kecil sangat berpengaruh. Pengalaman traumatis sendiri berkaitan dengan banyak bidang misalnya hubungan orang tua tidak rukun, mengalami kekerasan seksual, serta ditinggal orang tua.

2. Bentuk Otak

source: viva.co.id

Pada sebuah sudi ditemukan kesamaan ukuran sel hipotalamus pada otak laki-laki gay dengan perempuan heteroseksual. Kesamaan tersebut juga ditemukan pada perempuan lesbian dan laki-laki heteroseksual. Selanjutnya penelitian terus dilakukan dan mendapatkan penemuan lain yang dinilai menjadi penyebab kelainan orientasi seksual ini.

Salah satunya yaitu temuan penelitian yang menyebutkan bahwa terdapat bagian otak dari seorang homoseksual yaitu bagian anterior cingulate cortex lebih tebal dibandingkan seorang heteroseksual. Hanya saja penelitian ini tidak dapat menjelaskan secara detail terkait perbedaan dan persamaan struktur otak penyebab penyuka sesama jenis.

3. Hormon dalam Kandungan

source: cloudinary.com/

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Anthony Bogaert pada tahun 2018 menunjukkan bahwa seorang anak laki-laki yang memiliki banyak kakak dengan gender sama lebih besar peluang menjadi penyuka sesama jenis. Ditarik lebih jauh, teori ini dikaitkan dengan penemuan penyebab gay dengan antibodi ibu saat mengandung janin laki-laki.

Saat ibu mengandung janin laki-laki, sistem dari tubuh membentuk antiNLG4Y yaitu antibodi terhadap protein Y dengan tingkat konsentrasi yang lebih sering. Respon dari antibodi ini akan berpengaruh pada struktur otak yang mendasari orientasi seksual. Berdasarkan penelitian lebih lanjut, anak laki-laki dari ayah gay memiliki antiNLG4Y lebih tinggi dibandingkan heteroseksual.

4. Profil Genetik Tertentu

source: indonesiare.co.id

Setelah dilakukan penelitian, beberapa peneliti menduga jika terdapat kode genetik khusus yang membedakan antara homoseksual dengan heteroseksual. Berdasarkan penelitian tersebut, muncul dugaan bahwa profil genetik berpengaruh pada orientasi seksual yang sangat berpengaruh.

Gen Xq28 disebut-sebut berpengaruh pada sifat suatu individu yang diketahui sebagian besar berasal dari garis keturunan sang ibu. Gen ini [berkaitan erat dengan beberapa hal misalnya kondisi psikologis, perilaku, serta sifat individu termasuk dalam hal orientasi seksual seseorang.

5. Pengaruh Keluarga

source: pikiran-rakyat.com

Kelainan seksual juga dapat dipicu karena berada di dalam keluarga broken home. Anak yang tidak merasakan kasih sayang orang tuanya secara utuh akan mencari pada orang lain yang menurutnya membuat nyaman serta bisa memperoleh kasih sayang sesuai yang diinginkan.

Sebagai contoh misalnya anak laki-laki yang tinggal bersama ibunya setelah berpisah dengan ayahnya sering merasa kesepian serta menginginkan figur seorang ayah. Agar mendapatkannya maka ia mencari dari orang lain tanpa memandang jenis kelamin kemudian timbul rasa suka lebih dari sekedar teman ataupun keluarga dekat.

6. Pengaruh Lingkungan Pergaulan

source: sehatq.com

Dalam agama, telah diatur adab dalam bergaul meski pada sesama jenis, utamanya ketika memperlihatkan bagian tubuh hanya boleh yang normal dilihat. Meski saudara, harus memisahkan tempat tidur saat anak sudah beranjak dewasa untuk tujuan menghindari hal-hal tidak diinginkan utamanya berkaitan dengan kelainan seksual.

Demikian penjelasan terkait dengan faktor-faktor yang dapat memicu munculnya ketertarikan antara sesama jenis. Meski kini di beberapa negara LGBTQ+ sudah dilegalkan, namun perlu dipertimbangkan kembali untuk menghindari dampak berkepanjangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik