Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Hal Penting yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Hand Sanitizer      

Saat ini handsanitizer menjadi produk yang paling dibutuhkan oleh masyarakat untuk menghindari terkontaminasi oleh virus berbahaya seperti Covid-19. Namun penting untuk Anda ketahui, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan jika ingin membeli hand sanitizer.

Hal Penting yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Hand Sanitizer

Meski saat ini telah banyak digunakkan, namun pengetahuan mengenai hand sanitizer masih cukup minim apalagi untuk beberapa masyarakat yang tidak dapat mengakses internet. Akibatnya menjadikan penggunaanya sembarangan tanpa mematuhi ketentuan. Simak penjelasan berikut:

1. Tidak melindungi dari Semua Jenis Mikroba

source: detik.net.id

Jika sebelum muncul virus Covid-19 penggunaan hand sanitizer hanya untuk beberapa kegiatan saja, saat ini pengaplikasiannya sudah layaknya kebutuhan. Bahkan benda satu ini selalu dibawa kemanapun. Namun tahukah Anda jika bahan di dalamnya kurang mampu menghilangkan beberapa kuman berjenis norovirus, cryptosporidium, dan clostridium difficile.

Sebenarnya penggunaan hand sanitizer merupakan alternatif pengganti cuci tangan sebelum makan atau melakukan kegiatan yang dituntut harus higienis. Cara penggunaan dan kandungannya, dijelaskan di balik kemasan. Usahakan membacanya untuk menghindari hal tidak diinginkan.

2. Bisa Menyebabkan Keracunan Bagi Anak-anak

source: orami.co.id

Zat yang dipadukan pada hand sanitizer disusun dari campuran beberapa bahan kimia. Jika sampai tertelan atau dijilat anak-anak maka beresiko memberikan dampak berupa keracunan. Gejalanya bisa berupa mual, muntah, tau lainnya tergantung kadar yang tertelan dalam tubuh.

Agar lebih aman, setelah menggunakan hand sanitizer pastikan anak tidak langsung menyentuh makanan atau area mulut. Tunggu hingga cairan tersebut mengering hingga beberapa saat. Ha ini bisa menjadi cara efektif untuk mencegah kuman, virus, dan bakteri berkembang serta menginfeksi tubuh.

3. Bahan Utamanya Berupa Alkohol

source: sehatq.com

Informasi ini bisa Anda dapatkan di balik kemasan beserta kadarnya sekaligus. Alkohol sendiri dipercaya dapat membunuh berbagai jenis virus dan bakteri. Cara kerjanya yakni dengan melumpuhkan jaringan protein sekaligus melumpuhkannya agar tidak dapat menginfeksi.

Proses ini disebut juga dengan denaturasi yang membuat virus dan bakteri menjadi terurai kemudian saling menempel karena perubahan protein. Disarankan kandungan alkohol yang terdapat dalam hand sanitizer sekitar 60% agar dapat memaksimalkan fungsinya untuk mengatasi perkembangan virus, bakteri, dan kuman.

4. Memiliki Batasan Penggunaan

source: cloudfront.net

Seperti produk lainnya, hand sanitizer sendiri juga memiliki tanggal expired pada kemasan. Peletakannya terdapat di bagian bawah atau belakang tergantung dari brandnya sendiri. Namun penting Anda ketahui bahwa sebenarnya jika disimpan pada suhu ruangan, handsanitizer mampu disimpan selama bertahun-tahun.

Oleh sebab itu hindari paparan sinar matahari secara langsung karena akan membuat alkohol yang terkandung di dalam hand sanitizer menguap. Selain itu akan membuat kinerjanya tidak maksimal berkurangnya konsentrasi alkohol apalagi jika sampai membentuk zat baru.

5. kadar Alkohol 60 Sampai 100

source: detik.net.id

saat akan membeli hand sanitizer coba periksa kandungan alkoholnya. Beberapa sumber menyatakan bahwa kadar yang dirasakan yakni sekitar 60%agar perlindungannya bisa maksimal. Dikatakan jika pada takaran tersebut telah dapat menguraikan protein pada virus. Dengan demikian makhluk tersebut dapat melemah dan menghilang sebelum menginfeksi.

Perlu diketahui bahwa hand sanitizer dengan kadar alkohol lebih dari 60% tidak disarankan untuk digunakan terlalu sering karena bisa membuat kulit lebih mudah kering dan muncul iritasi. Agar dapat mengatasi masalah seperti ini, biasanya produsen mencampurnya dengan emolien atau bahan lainnya.

6. Hindari Menggunakan Hand Sanitizer Tepat Sebelum Makan

source: enervon.co.id

Banyak masyarakat yang menggunakan hand sanitizer tepat sebelum makan, sebenarnya hal ini tidak disarankan karena tidak menutup kemungkinan zat-zat kimia di dalamnya masuk ke dalam tubuh. Jika dilakukan secara terus-menerus tentu dapat menimbulkan berbagai bahaya yang mengancam kesehatan.

Perlu perhatikan bahwa di dalam handsanitizer terdapat banyak bahan kimia yang dapat memberikan dampak buruk apabila tertelan. Bahkan bisa melemahkan kekebalan tubuh terutama untuk anak-anak. Oleh sebab itu setelah menggunakannya biarkan selama beberapa saat kemudian baru menyentuh makanan.

Demikian penjelasan mengenai hal penting yang perlu anda ketahui mengenai hand sanitizer sebagai tambahan informasi. Meski bersifat sederhana, namun hal-hal tersebut sangat penting untuk Anda perhatikan karena bisa mengancam kesehatan untuk jangka panjang jika terus melakukan hal yang salah. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik