Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Dampak Kurang Baik dengan Adanya Metaverse untuk Seluruh Lapisan Masyarakat Dunia

Perkembangan dunia maya dan teknologi sedang diramaikan dengan hadirnya Metaverse, yaitu sebuah teknologi Augmented Reality (AR) yang memungkinkan individu melakukan interaksi dengan lainnya secara virtual. Namun pada dasarnya Metaverse masih mempunyai arti luas, lalu apa dampak keberadaanya?

Beberapa Dampak Kurang Baik dengan Adanya Metaverse untuk Masyarakat Dunia

Adanya kemajuan teknologi saja sudah memberikan dampak tidak baik, ditambah lagi dengan hadirnya Metaverse. Melansir dari kompas.com, sering diartikan juga sebagai simulasi dunia nyata manusia yang diimplementasikan di dunia maya atau internet. Berikut beberapa dampak kurang baiknya dari kehadirannya.

1. Semakin Merajalelanya Pencurian Data Pribadi

Source : cnnindonesia.com
Source : cnnindonesia.com

Melihat zaman sekarang belum terlalu banyak melibatkan Metaverse saja, sudah sering terjadi pencurian data-data pribadi dengan mudahnya. Bahkan KTP bisa ditembus oleh beberapa pelaku tindak kejahatan virtual, lalu apa kabar jika dunia secanggih Metaverse akan mengambil alih semua teknologi? Tentunya hal ini sangat meresahkan.

Bagi yang masih belum paham benar tentang Metaverse, arti awamnya semua kegiatan dunia nyata akan melibatkan dunia maya baik dalam hal komunikasi hingga segala kegiatan pribadi lainnya. Oleh sebab itulah, jika hal ini terjadi kemungkinan pencurian data pribadi kian merajalela serta sulit menemukan pelakunya.

2. Memberikan Kemudahan bagi Hacker dalam Melancarkan Aksinya

Source : static.dw.com
Source : static.dw.com

Sebagian dari Anda pasti sudah tahu siapa hacker. Penjahat dunia maya yang sering mengacaukan dunia maya termasuk dalam pencurian data pribadi tersebut. Selain itu bagi pembajak berkemampuan tinggi bahkan bisa menarik uang korbannya meskipun ada di dalam rekening digital. Bayangkan saja jika metaverse mulai merajai.

Tidak mudah bagi hacker melancarkan aksinya saat ini, mengingat sebagian orang belum secara sempurna memanfaatkan teknologi. Sedangkan ketika metaverse sudah mulai mengambil alih, justru akan memberikan kemudahan bagi mereka melakukan berbagai tindak kriminal virtual karena keahlian teknologinya mendapat tempat yang pas.

3. Cracker yang Semakin Lihai dalam Pemerasan di Dunia Virtual

Source : harapanrakyat.com
Source : harapanrakyat.com

Berbeda dengan hacker, namun kejahatan yang dilakukan cracker hampir sama hanya modusnya saja beda. Cracker akan cenderung bermain halus secara perlahan dalam melancarkan aksinya yaitu dengan memberikan malware lalu meminta tebusan mata uang virtual bahkan terkadang secara cash melalui transfer.

Ketika metaverse mengambil alih dunia, tentunya cracker akan secara terang-terangan meminta tebusan dengan melakukan penyanderaan menggunakan dunia virtual milik seseorang. Hal tersebut tentunya akan lebih mudah dilakukan sata dunia ini semakin canggih teknologinya menggunakan metaverse tersebut.

4. Semakin Banyak Mengakibatkan Seseorang Depresi

Source : health.detik.com
Source : health.detik.com

Ada pengguna yang sudah menggunakan metaverse mengalami pelecehan seksual secara virtual. Hal tersebut terasa nyata karena dirinya melihatnya melalui VR, selain itu terjadinya pembullyan di dunia maya juga tidak hanya secara verbal bahkan bisa menyerang fisik lalu kemungkinan mengakibatkan korbannya depresi.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa di dalam metaverse seorang individu bisa melakukan interaksi dengan individu-individu lainnya. Hal tersebut tentunya bisa menjelaskan tentang bullying secara verbal memungkinkan akan meningkat ke sasaran fisik sehingga membuat metaverse berdampak mengakibatkan depresi bagi seseorang kedepannya.

5. Keberadaan Malware yang Semakin Canggih Menutupi Aslinya

Source : republika.co.id
Source : republika.co.id

Malware biasanya diciptakan oleh cracker untuk merusak data atau menghalau pengguna mengakses penyimpanan datanya lalu meminta sebuah tebusan. Namun pada dasarnya, kerjanya seperti virus yaitu sebuah perangkat lunak yang bisa merusak sistem, jaringan dan server tanpa diketahui oleh pemiliknya sehingga berbeda dengan virus.

Nah ketika metaverse merajai dunia, tentunya keberadaan malware akan semakin canggih karena tempat teknologinya pun menyediakan tempat untuknya melalui metaverse tersebut. Penyusupannya akan semakin lihai dalam menutupi wujud aslinya sehingga pemilik tak pernah tahu keberadaannya.

6. Kejahatan Virtual yang Sulit Ditemukan Pelakunya

Source : merdeka.com
Source : merdeka.com

Saat ini kejahatan teknologi sedang banyak terjadi, tidak hanya dirasakan oleh orang-orang biasa tetapi juga selebritis papan atas. Hal tersebut membuktikan bahwa teknologi-teknologi sekarang ini sudah cukup mumpuni membantu tindak kriminal dan tak akan pernah ditemukan pelakunya.

Bayangkan saja jika metaverse telah menguasai dunia, seperti apakah kejahatan virtual semakin merajalela karena ketersediaan teknologi canggih sebagai pendukungnya. Bahkan untuk menemukan pelakunya cenderung lebih sulit.

Pada dasarnya keberadaan metaverse ini cukup mengganggu karena masyarakat belum bisa pulih dari berbagai macam cyber crime. Berbagai spekulasi buruk tentunya akan datang mengingat di dalamnya memang benar-benar seperti dunia nyata namun bentuknya maya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik