Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Ada Tetapi Tak Terlihat : Dampak dari Kemajuan Teknologi untuk Anak-anak Milenial

Adanya kemajuan teknologi akhir-akhir ini memang sedikit meresahkan karena semakin membuat penggunanya terikat. Bahkan untuk tidak menggunakannya sehari saja seperti sulit melakukannya, termasuk pemuda dan anak-anak yang mulai ikut memegang kendali dalam pemakaiannya.

Beberapa Dampak Kemajuan Teknologi untuk Anak-anak Milenial

Pada dasarnya, dampak dengan adanya kemajuan teknologi tidak hanya dalam konteks buruk saja tetapi juga ada baiknya. Semua akan tergantung siapa dan bagaimana memanfaatkannya mengingat kebutuhan sekolah saat ini juga membutuhkan internet dan gawai. Berikut ini beberapa dampaknya di sisi positif serta negatif.

1. Jangkauan Wawasan yang Semakin Luas bahkan Global

Source : news.co.id
Source : news.co.id

Mengingat pengaruh penggunaan kemajuan teknologi mengingatkan bahwa tidak hanya dampak buruk saja tetapi juga baik terutama dalam memperluas wawasan secara global. Internet yang merupakan salah satu komponen terbesar, sedangkan penggunaannya tidak hanya masyarakat lokal tetapi internasional semua penjuru dunia.

Hal tersebut tentunya mampu memperluas wawasan anak-anak milenial dengan pengetahuan berjangkauan luas. Mengingat mesin pencarian dapat memberikan segala ilmu danya sekali langkah, lalu secara otomatis memberikan banyak hasil pencarian salah satunya informasi mancanegara sesuai kebutuhannya.

2. Mandiri secara Alami dalam Memecahkan Masalahnya

Source : techno.kompas.com
Source : techno.kompas.com

Melihat poin pertama, dengan wawasan luar tersebut mereka mampu memecahkan masalah secara mandiri dalam konteks pelajaran dan persoalan mengenai hobinya. Terbukti saat ini beberapa anak-anak milenial memilih belajar sendiri menggunakan aplikasi daripada meminta bantuan kedua orangtuanya.

Kemandirian tersebut terbentuk secara alami, mengingat keseharian mereka menggunakan gadget dan otomatis akan terkoneksikan dengan internet. Saat menemukan kesulitan dalam menemukan jawaban, mereka dengan sigap tahu apa yang harus dilakukan tanpa meminta bantuan kepada kedua orangtuanya kecuali sangat buntu.

3. Cerdas dalam Menyelesaikan Persoalan Pelajaran

Source : tribunnews.com
Source : tribunnews.com

Cerdas dan pintar sebenarnya mempunyai arti berbeda menurut sikap dan sifat yang ditunjukkan oleh anak-anak. Mereka pemilik kecerdasan tinggi biasanya memang mudah dalam memecahkan masalahnya sehingga sewaktu mendapatkan kesulitan persoalan pelajaran, mereka cenderung akan memeriksanya berdasarkan pengalaman.

Anak-anak milenial dengan aktivitas terbanyak menggunakan gawai akan lebih mudah dalam mencari jalan keluar dari persoalan tersebut. Bukan karena pintar tetapi kecerdasannya mendasari untuk lebih menggali wawasan yang sudah didapatkannya melalui berbagai jalan salah satunya pemakaian kemajuan teknologi.

4. Mulai Ketergantungan dengan Teknologi yang sudah Menuntunnya

Source : ustatic.priceza.co.id
Source : ustatic.priceza.co.id

Pada poin keempat dan seterusnya akan menjadi dampak negatif dalam menggunakan kemajuan teknologi, salah satunya mereka mulai ketergantungan dengan teknologi-teknologi tersebut. Hal ini bisa dihindarkan dengan tidak terus menerus memanfaatkan kemajuannya tersebut saat menyelesaikannya masalahnya.

Hal ini menjadi PR tersendiri bagi kedua orangtuanya agar bisa memberikan batasan untuk penggunaannya. Selain itu sebaiknya diajarkan sosialisasi terhadap teman-temannya sehingga ketergantungan tersebut bisa berkurang. Meskipun ada dampak baiknya tetapi sebaiknya tidak membiarkannya karena jatuhnya negatif.

5. Menurunnya Tingkat Kepedulian pada Hal-hal di Sekitarnya

Source : jateng.tribunnews.com
Source : jateng.tribunnews.com

Munculnya sifat individualis akan menjadi dampak yang tidak bisa ditoleransi dengan adanya kemajuan teknologi. Tidak semua anak tetapi jika sifat aslinya introvert akan sangat buruk saat membiarkannya terus menerus pada kesibukannya di dunia maya. Oleh karena itu sebagai orangtua harus dapat membatasinya.

Anak dengan sifat introvert memang lebih menyukai dunianya sendiri sehingga jika menggabungkannya dengan kemajuan teknologi saat ini, gawai, internet media sosial, game online dan sebagainya tentu saja sifatnya akan berkembang. Mungkin pada awalnya belum terlihat, dampaknya terlihat di masa mendatang.

6. Terlalu Sulit Menjauhkannya dari Gawai atau Gadget

Source : suara.com
Source : suara.com

Dampak negatif terakhir adalah anak-anak tersebut akan sulit dijauhkan dari gawai atau gadgetnya karena sudah terlanjur berlarut-larut membiarkannya. Namun jangan langsung menghakimi mereka dengan pemikiran tersebut, untuk poin ini Anda sebagai orangtua harus memperhatikan sejauh mana mereka memanfaatkan teknologi.

Hal tersebut karena tidak semua anak memanfaatkannya untuk hal tidak berguna, karena ada beberapa diantaranya justru mengembangkan minta melaluinya. Contohnya saja menggunakan gawai dengan teknologinya menghasilkan sebuah karya ilustrator hebat, selain itu juga bisa dalam bentuk sastra.

Terlepas dari semua dampak tersebut, adanya kemajuan teknologi memang menjadi salah satu manfaat bagi dunia parenting sehingga tidak bisa menyalahkannya 100%. Seperti pada contoh untuk mengembangkan minat anak-anak di dunia digital seperti sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik