Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Under Pressure yang Tertahan : Dampak Broken Home bagi Anak di Masa Sekarang dan Mendatang

Jangan pernah sepelekan broken home, karena dampaknya akan berimbas pada anak. Mungkin memang tidak diperlihatkan namun hatinya merasakan tekanan luar biasa dan dituntut untuk menyembunyikannya karena memang tidak ada yang bisa dilakukannya selain diam. Oleh sebab itu akan membahas terkait kehidupan keluarga hancur dari sisi anak menuntut haknya.

Beberapa Dampak Broken Home bagi Anak yang Sering Disembunyikan

Anak yang datang dari keluarga broken atau hancur akan selalu mempunyai kepribadian berbeda dari lainnya. Hal tersebut karena memang belum cukup dewasa dirinya harus dipaksa menerima keputusan egois kedua orang tuanya sehingga membawa beban pikirannya sendiri. Berikut akan dijelaskan secara singkat dampak broken home bagi anak di masa sekaran dan mendatang.

1. Mempunyai Sikap Agresif karena Ingin Mencari Perhatian

Source : orami.co.id
Source : orami.co.id

Dalam kasus dampak bagi anak broken home, ada dua kemungkinan dimana mereka menjadi seorang yang pendiam atau bahkan agresif karena memang ingin mencari perhatian. Hal tersebut sudah menjadi salah satu akibat seorang anak diharuskan menerima perpisahan kedua orang tuanya, dimana sebenarnya mereka juga berhak mendapatkan suara tentang hubungan orang tuanya.

Namun satu dari sekian banyak kasus di Indonesia dan dunia, beberapa anak justru ingin orang tuanya bercerai karena salah satu alasannya kekerasan dalam rumah tangga. Hal tersebut juga menjadi trauma tersendiri bagi seorang anak yang seharusnya mendapat kasih sayang tetapi harus ikut berjuang, sehingga pada akhirnya memiliki sifat agresif dari kekurangan perhatian tersebut.

2. Berubah Menjadi Pribadi yang Pendiam dan Menyendiri

Source : kumparan.com
Source : kumparan.com

Setelah dijelaskan pada poin sebelumnya, dampak kedua tentunya seorang anak bisa berubah menjadi pribadi pendiam dan menyendiri. Padahal sebelumnya dirinya ceria, minimal selalu tersenyum pada teman-temannya, namun karena kasus yang menimpa kedua orang tuanya membuat mentalnya down sehingga memilih mengurungkan dirinya dengan menyendiri dan diam.

Biasanya anak-anak yang mengalami dampak ini, mereka tidak mempunyai cukup kekuatan batin untuk mencerna permasalahan berat di keluarganya. Oleh sebab itu mentalnya langsung down, dan menjadikannya seorang penyendiri meskipun banyak temannya yang menyuport bahkan bersedia menjadi tempat cerita. Namun mereka tetap memilih mengasingkan dirinya.

3. Timbulnya Perasaan Bingung, Risau, Resah akan Kehidupannya

Source : rumah.com
Source : rumah.com

Dampak selanjutnya, seorang anak korban broken home biasanya di dalam hidupnya baik masa sekarang maupun mendatang selalu memiliki perasaan bingung, risau, resah akan kehidupannya. Rasa tersebut terjadi karena tekanan batin, dimana sebenarnya dirinya enggan melihat kedua orang tuanya berpisah namun harus menerima sehingga menjadi tekanan batinnya.

Hal tersebut pada akhirnya menghasilkan perasaan yang berkecamuk, hingga merasakan trauma mendalam. Traumanya tersebut menghasilkan perasaan itu, biasa dibilang dalam batinnya akan selalu diselimuti oleh vibes negatif dari kehidupan keluarganya. Oleh sebab itulah tidak sedikit dari mereka biasanya akan melampiaskan ke hal-hal negatif juga.

4. Mengalami Trauma Memulai Sebuah Hubungan ke Jenjang Pernikahan

Source : okezone.com
Source : okezone.com

Dampak selanjutnya, dimana di masa mendatang mereka akan mengalami trauma dalam memulai hubungan ke jenjang pernikahan. Hal tersebut karena seorang panutan yang seharusnya mengajarkan arti mencintai di kala suka maupun duka, ternyata gagal melakukannya. Sebuah kepercayaan akan cinta dipatahkan dengan perceraian kedua orang tuanya.

Hal tersebut tidak akan mudah hilang, karena bisa dilihat dari dampak pertama hingga ketiga dimana mereka akan mengalami trauma cukup dalam. Pada akhirnya tidak pernah percaya bahkan takut dalam menjalani hubungan pernikahan. Namun dampak ini bisa disembuhkan ketika mereka bertemu dengan seseorang yang benar-benar bisa membuatnya yakin bahwa pernikahannya belum tentu gagal.

5. Kurangnya Rasa Percaya Diri Saat akan Berteman

Source : rumah.com
Source : rumah.com

Biasanya dampak kelima ini akan terjadi pada anak-anak di awal proses perpisahan kedua orang tuanya. Dimana kasus tersebut menurunkan rasa percaya diri saat akan berteman. Meskipun temannya tidak ada yang mengintimidasinya, seperti penjelasan kedua, mereka akan memilih menyingkirkan diri karena kurang percaya diri dengan keberadaannya.

6. Di Balik Senyumnya selalu Ada Tangisan Tertahan

Source : solopos.com
Source : solopos.com

Dampak terakhir adalah meskipun sudah berlangsung lama, pada akhirnya sebuah perceraian akan membawa bekas luka di seorang anak hingga bertahun-tahun. Tidak jarang di balik senyumannya ternyata ada tangisan tertahan menahan luka melihat kedua orang tuanya harus berpisah.

Pada dasarnya seorang anak mempunyai hak untuk bicara, sehingga ketika sedang ada masalah keluarga sebaiknya libatkan mereka jika memang sudah cukup dewasa menyingkapi permasalahannya. Sayangnya di luar kasus KDRT, perceraian selalu menjurus pada pemikiran orang tuan egois karena lebih mementingkan perasaan diri sendiri daripada anaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik