Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Supaya tidak Salah Langkah, Bagaimana Cara Memanfaatkan Tabungan Pensiun secara Baik dan Benar?

Setelah membahas terkait kepemilikan tabungan simpanan pensiun atau taspen, tentunya muncul beberapa pertanyaan tentang bagaimana memanfaatkannya dengan benar. Mengingat nominal per bulannya tentu saja tidak akan sebanyak seperti saat masih bekerja, oleh sebab itu lah kali ini tim Iya Deh akan membantu dalam memberikan cara-cara terbaiknya agar bisa mengelolanya.

Beberapa Cara Memanfaatkan Tabungan Pensiun secara Baik dan Benar

Pasti sebagai manusia normal, Anda sudah tahu bahwa uang mempunyai sifat licin. Berapapun jumlahnya jika tidak dikelola dengan baik dan benar akan habis entah untuk apa saja. Mungkin jika statusnya masih pekerja masih ada pendapatan per bulan dengan jumlah lumayan, juga beberapa tambahan lainnya. Lalu bagaimana nasib pensiunan menggunakan taspennya? Berikut cara terbaik mengelolanya.

1. Mendirikan Usaha Kecil-kecilan yang Tidak Memakan Banyak Tenaga

Source : suara.com
Source : suara.com

Mungkin memang benar jika orang tua yang sudah masa pensiun, harus benar-benar istirahat dari kegiatannya mencari uang. Hal tersebut karena sudah selama kurang lebih puluhan tahun menguras tenaganya bekerja demi sesuap nasi, purnakarya sudah sewajarnya dimanfaatkan menumpuk amalan serta istirahat cukup. Namun tidak semudah itu.

Meskipun anak-anaknya setiap bulan akan mengirimi uang, tetapi namanya orang tua tidak akan pernah sampai hati selalu mengandalkan anak-anaknya. Mereka akan selalu lebih tenang jika memegang uangnya sendiri, oleh sebab itu cara pertama mengelola tabungan pensiun adalah dengan mendirikan usaha kecil-kecilan sehingga tidak memakan banyak tenaga dan santai namun ada penghasilan.

2. Membeli Beberapa Aset yang Sekiranya bisa Mempunyai nilai Ekonomi Tinggi

Source : koinworks.com
Source : koinworks.com

Setiap perusahaan baik swasta maupun milik pemerintah, pasti akan selalu memberikan pesangon pensiun. Dimana nantinya mereka akan mendapatkan uang sejumlah puluhan hingga ratusan juta. Jumlahnya relatif tergantung perusahaannya masing-masing, nah usahakan pendapatan tersebut ditabung serta dibelikan aset yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Misalkan rumah yang nantinya bisa dikontrakkan sehingga di masa tua Anda hanya perlu menunggu hasil sewaan dari penyewa, atau bisa juga dibangun sebagai kos-kosan. Dibelikan emas juga mempunyai nilai ekonomi tinggi tetapi tidak bisa menghasilkan pendapatan darinya kecuali dijual. Selain rumah, kembali lagi pada cara pertama, membuka usaha kecil-kecilan.

3. Hilangkan Semua Hutang yang Masih Tertunggakkan setelah Purnakarya

Source : tribunnews.com
Source : tribunnews.com

Cara ketiga adalah dimana Anda harus menghilangkan semua hutang dengan melunasinya, sehingga nanti setiap bulannnya tidak harus mengeluarkan kewajiban khusus membayarkan angsuran. Pertama, uang pensiunan per bulan bisa full sehingga cukup jika hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kedua, sudah tidak ada beban pikiran cara membayarkannya setiap bulan.

Oleh sebab itulah usahakan, jika memang masih mempunyai hutang ketika sudah pensiun lunasi semua. Hal ini masuk ke dalam cara mengelola penghasilan pensiunan terbaik karena memang hutang adalah sebuah hambatan. Bunganya besar, belum lagi hisab dosa melakukan riba jika sesuai dengan ajaran agama Islam. Lebih baik mulai lembaran baru di awal menjalani hari tua.

4. Membeli Aset Bergerak untuk Dijadikan sebagai Inventaris membuka Usaha

Source : akseleran.co.id
Source : akseleran.co.id

Membeli aset bergerak seperti mobil dan motor memang sepertinya tidak terlalu direkomendasikan, namun jangan salah karena keduanya bisa menjadi inventaris membuka usaha. Dimana sebuah mobil pick up misalnya, bisa disewakan beserta supirnya agar aman, lalu contoh kedua digunakan sebagai penambahan alat usaha. Misalkan saja membuka warung galon air dan gas.

Kendaraan tersebut bisa menjadi aset mengirim air kemasan galon dan gas, sehingga memudahkan masyarakat lainnya disana. Oleh sebab itu membeli aset berjalan tidaklah rugi justru menjadi modal dan nantinya akan diputarkan lagi sampai balik modal di awalnya.

5. Membeli Ruko atau Lahan Kosong juga digunakan sebagai Aset

Source : kompasiana.com
Source : kompasiana.com

Mungkin cara kelima ini tidak berbeda dengan membeli rumah yang dikontrakkan atau membuat kos-kosan tetapi cara kerjanya berbeda. Dimana nantinya lahan atau ruko tersebut disewakan kembali, bisa juga menjadi tuan tanah dimana nantinya lahan kosong tersebut dijual lagi setelah harga tanahnya naik.

6. Diinvestasikan pada Bisnis yang Benar-benar sudah Menjanjikan

Source : finansialku.com
Source : finansialku.com

Investasi penanaman modal ini sebagai pilihan saja, karena sebenarnya tidak terlalu disarankan. Hal tersebut dikarenakan resikonya cukup besar. Kesempatan ruginya lebih besar daripada untung, tergantung perusahaan atau bisnis masing-masing orang cara mengelolanya seperti apa.

Bagaimanapun caranya sebenarnya tergantung dengan masing-masing orangnya saja. Jika memang mereka sudah baik dalam mengatur keuangannya tentu saja seterusnya akan pandai mengelola taspen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik