Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Kehidupan Generasi Milenial : Cara Bertahan di Tengah Krisis bagi Mereka Pemuda Penerus Bangsa

Selain terjadinya inflasi dengan naiknya semua harga barang, saat ini masyarakat Indonesia sedang dibingungkan dengan kenaikan harga BBM. Barang-barang belum terlihat mengalami penurunan, rakyat ditampar lagi terkait naiknya bensin yang saat ini memang sedang menjadi perhatian khusus negara dan masyarakat. Lalu bagaimana bisa generasi milenial bertahan? Yuk membahasnya bersama.

Beberapa Cara yang Dilakukan oleh Generasi Milenial di Tengah Krisis Ekonomi

Sebagai penerus bangsa, mereka para generasi milenial berusaha sekuat tenaga bertahan. Mengingat tidak semuanya hadir dari keluarga berada sehingga cukup kesulitan namun harus tetap bertahan, bisa membayangkannya. Bersyukurnya semua masyarakat modern pikirannya modern, pandai dalam menemukan cara bertahan meskipun sulit. Berikut beberapa caranya.

1. Berlomba-lomba Menjadi Content Creator dengan Konten Random

Source : bbc.com
Source : bbc.com

Di era globalisasi melalui teknologi canggihnya, sebagian generasi milenial berusaha bertahan hidup dengan berlomba-lomba menjadi content creator. Jangan salah karena jika sudah berhasil mendapatkan banyak audiens, dari like hingga pengikut tentunya Tik Tok tidak ragu memberikan reward. Belum pendapatan dari endorsement.

Oleh sebab itu di samping pendapatannya per bulan, sampingan menjadi content creator adalah hal paling mudah dilakukan meskipun awalnya penuh perjuangan. Dimana rela mengesampingkan rasa malu membagikan konten-konten random atau acak tentang apa saja yang sedang dilakukannya. Namun hasilnya sepadan usahanya.

2. Berjualan Online Melalui Kontennya atau Marketplace juga Sosmed

Source : parapuan.co
Source : parapuan.co

Cara kedua adalah dimana mereka dengan perjuangannya menjadi content creator, pada akhirnya bisa mengembangkan kontennya dan dari situlah pada akhirnya bisa berdagang melalui live. Tik Tok akan memberikan reward tidak sedikit bagi content creator yang bisa bergabung dengan Tik Tok Affiliate.

Dimana content creator akan bekerjasama dengan beberapa toko online, mengendorse sekaligus membukakan link untuk pengguna membelinya. Namun untuk masuk ke tahap tersebut seseorang harus mempunyai pengikut ratusan ribu hingga jutaan. Selain itu mereka bertahan juga dengan berdagang melalui marketplace serta sosial media.

3. Memangkas Uang Makannya untuk Kewajiban Lainnya

Source : rumah.com
Source : rumah.com

Sudah seharusnya pemerintah mengetahui bahwa sebagian rakyatnya bahkan rela memangkas kebutuhan uang makannya untuk memenuhi kewajiban lainnya. Biasanya makan sehari 3 kali mungkin mereka hanya akan makan 2 kali sehari. Ada juga mengurangi jenis makanannya, tidak pernah makan daging karena tempe tahu sudah cukup.

Hal-hal seperti ini yang saat ini sedang dilakukan oleh masyarakat generasi milenial demi bisa bertahan hidup. Bukan berarti makan tidak penting, mereka berpikir perut kenyang sudah cukup apapun lauknya. Sedangkan kewajiban seperti membayar kos, membeli bahan bakar transportasi bekerja setiap hari dan cicilan lainnya harus diselesaikan karena sudah tanggungjawab.

4. Mengesampingkan Keinginannya Membeli Lifestyle padahal Mampu

Source : suara.com
Source : suara.com

Cara selanjutnya adalah dimana mereka akan mengesampingkan keinginannya membeli lifestyle padahal sebenarnya mampu karena untuk menghemat pengeluaran. Poin disini adalah dimana lifestylenya bukan digambarkan kehidupan glamor misalkan membeli HP seharga motor dan sebagainya.

Hal yang dimaksudkan adalah seperti kebutuhan tas dimana memang sudah usang dan perlu ganti, lalu sepatu sebentar lagi rusak. Mereka rela mengesampingkan membelinya hanya agar pengeluarannya tidak membengkak, mengingat harga bensin saja naiknya gila-gilaan belum lagi kebutuhan lainnya. Miris namun memang itulah cara terbaik mereka.

5. Menjual Beberapa Aset agar Bisa Bertahan Hidup

Source : bp-guide.com
Source : bp-guide.com

Dengan adanya himbauan diharapkan masyarakat bisa mengatur keuangan secara baik dan benar, pemberitahuan tersebut tidak melihat keadaan aslinya bagaimana rakyat sangat menderita. Namun kembali lagi sebagai masyarakat generasi milenial agar bisa tetap bertahan hidup rela menjual beberapa aset.

Hal tersebut tentunya tidak akan pernah dilakukan oleh beberapa petinggi dengan jumlah kekayaan hampir milyaran bahkan merasa tidak dipersulit dengan adanya permasalahan krisis ekonomi. Menjual aset itu juga merupakan pengorbanan yang seharusnya tak dilakukan namun harus agar bisa bertahan di kerasnya perekonomian saat ini.

6. Rela Tidak Menggunakan HP padahal Membutuhkannya

Source : kawula.id
Source : kawula.id

Melihat poin di atas, salah satunya adalah menjual HP padahal saat ini penggunaannya sangat dibutuhkan bahkan menjadi kebutuhan. Namun sebagian rakyat melakukannya demi bisa makan atau menyambung hidupnya selama sebulan.

Apapun cara yang sudah dilakukan oleh generasi milenial semoga menjadi titik awal sembuhnya perekonomian negara ini. Dimana masih banyak rakyat miskin kurang diperhatikan, malah diinjak dengan kebijakan tak masuk akal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik