Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Masih Bisakah Menerapkan Budaya Membaca di Era Digital?

Dewasa ini beberapa buku sepertinya tampak kekurangan peminat karena sudah banyak yang beralih ke buku-buku digital sehingga tidak perlu menumpuk buku fisik nyata di rumah. Mungkin bagi Anda pembaca buku bernilai hanya sebagai kertas dengan informasi di dalamnya, tetapi tidak demikian bagi penulisnya. Satu lembar halamannya mengandung banyak sekali usaha dan keringat, bagaimana menciptakan setiap kata. Lalu apakah masih bisa menerapkan budaya membaca di era digital?

Menerapkan Budaya Membaca di Era Digital

Membaca ada sebuah hobi yang tidak bisa dipaksakan karena memang harus dilakukan secara suka rela dan memang menyukai setiap kata pada setiap lembar halamannya. Namun lagi-lagi di era digital sekarang susah mengembalikan semangat membaca terutama bagi mereka sudah tidak menyukai buku sejak kecil. Namun masih bisa menerapkan budaya membaca di era digital, berikut cara-cara memungkinkannya.

1. Mengajarkan Anak-anak Membaca Buku Sejak Dini

Anak-anak sebagai penerus bangsa harus mulai diajarkan membaca buku sejak dini. Jika sejak dini suka dibiaskan menyukai membaca, mereka akan tumbuh dengan sugesti buku menjadi sumber kesenangannya. Hal ini bisa mencari cara pertama tetap menerapkan budaya membaca di era digital seperti sekarang ini. Meskipun banyak muncul buku digital, bentuk fisik tetap dibutuhkan.

Oleh sebab itulah coba tanamkan hal tersebut pada anak-anak sejak dini. Mengajarkannya membaca buku-buku menarik dan memberitahukan makna di balik semua cerita yang akan diajarkan dalam buku tersebut. Langkah itu akan membuat mereka tumbuh menjadi seseorang menghargai sebuah buku bahkan mungkin selalu ingin membacanya.

2. Mengadakan Ruang Baca sesuai Minat Masing-masing

Ruang baca ini lebih pada seperti forum, setiap peserta akan membaca buku pilihannya lalu dibahas bersama di dalam ruangan tersebut. Selain bisa meningkatkan budaya minat membaca lagi, Anda bisa memperluas jangkauan pertemanan, membagi informasi baik tentang buku sejenis dengan buku sedang dibaca atau genre lainnya.

Hal ini akan membuat suasana membaca menjadi lebih santai dan menyenangkan karena selain membacanya, setiap orang akan diberikan kesempatan mengemukakan pendapatnya. Baik tentang buku atau bahkan seorang penulis mencari nasihat tentang bagaimana membuat sebuah karya terbaik. Layak dicoba terutama komunitas penulis Indonesia.

3. Meyakinkan dengan sebuah Ilmu Bermanfaat

Untuk membuat seseorang tertarik pastinya dengan meyakinkan mereka pada kelebihan membaca sebuah buku. Lalu Anda bisa menyebarluaskan berita orang bahwa dengan membaca tingkat kecerdasan dan kepandaiannya lebih tinggi daripada mereka yang tidak membacanya. Ini nyata bukan hanya argument pribadi biasa.

Hal itu karena setiap seseorang membaca, secara tidak sengaja ilmu yang ada di dalam buku tersebut tersalurkan secara baik karena konsentrasi pembaca hanya pada bukunya. Berbeda dengan buku digital, membacanya menggunakan gadget kemungkinan terganggu dengan adanya pesan masuk hingga sosial media akan tinggi. Itulah mengapa melalui buku akan lebih cerdas juga pandai.

4. Jangan Dipaksa tetapi Diberikan Contoh

Kebiasaan membaca itu tidak bisa dipaksa karena memang buka sebuah hal yang mudah dilakukan. Pertama harus benar-benar mempunyai banyak waktu luang, kedua cukup membosankan bagi sebagian orang karena melihat kata demi kata tanpa ada gambar disana. Itulah mengapa untuk meningkatkan kembali budaya membaca sebaiknya jangan dipaksa tetapi diberikan contoh.

Contohnya harus melibatkan sesuatu yang benar-benar mereka sukai sehingga tidak merasakan bosan. Membiasakan budaya membaca di era digitalisme seperti sekarang ini tidaklah mudah, namun perlu berusaha sebelum menyerah. Mengingat buku saat ini juga semakin modern sehingga penggunaan bahasanya juga mengikuti.

5. Mengadakan Event Membaca Bersama Penulis Ternama

Beberapa orang mungkin tidak menyukai membaca sebuah buku, tetapi mengenal penulis terkenal seperti Raditya Dika. Event membaca bersama penulis ternama juga bisa dicoba untuk meningkatkan kembali budaya membaca. Tidak hanya Raditya Dika, Indonesia mempunyai banyak penulis ternama dengan karyanya yang super duper mengesankan.

6. Membagikan Buku Gratis dengan Cerita Bersambung

Siapa yang menolak pemberian gratis, meskipun tampak seperti tidak menghargai sebuah karya tetapi jika bisa meningkatkan minat membaca, why not? Syaratnya sebaiknya memberikan yang mempunyai cerita bersambung sehingga mereka akan didorong untuk menuntaskan apa yang dimulai. Dari situlah nantinya seseorang bisa minat lagi membaca.

Membaca tidak ada salahnya, selain mengajarkan budaya baik pada anak-anak juga melestarikan karya terbaik dari banyak penulis berbakat di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik