Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Baby Shaming yang Mengkhawatirkan, Inilah Dampaknya untuk Ibu

Dampaknya cukup mengkhawatirkan tetapi tidak bisa dihilangkan bahkan sulit untuk melawan. Di zaman modern seperti sekarang ini masih banyak sekali terjadi baby shaming, yaitu kondisi dimana seseorang mencela seorang anak kecil atau bahkan bayi orang lain termasuk membandingkannya dengan anaknya sendiri. Seharusnya masyarakat generasi modern tahu bahwa hal tersebut tidak baik dan berdampak buruk. Berikut pembahasan dampak-dampak tersebut.

Beberapa Dampak Baby Shaming pada Seorang Ibu

Mungkin memang dampaknya tidak akan diketahui oleh pelaku atau tersangka, karena seorang ibu pandai dalam menyembunyikan rasa sakitnya. Hal tersebut membuat Iya Deh ingin membahas dampaknya agar beberapa wanita bisa menghargai sesama wanita, mengingat tahu perjuangan menjadi seorang ibu seperti apa. Berikut beberapa dampak baby shaming untuk ibu.

1. Menurunnya Rasa Percaya Diri pada Seorang Ibu

Source : theasianparent.com
Source : theasianparent.com

Baby shaming artinya sama saja seseorang menyinggung orang tuanya terutama ibu yang mengasuhnya. Dengan melakukan baby shaming pada seorang anak dan didengar oleh ibunya, dampak pertamanya adalah menurunkan rasa percaya diri pada seorang ibu. Hal tersebut karena mereka akan merasa tidak berhasil mengasuh anaknya.

Padahal sebenarnya pertumbuhan anak itu berbeda-beda, tidak ada yang namanya ibu gagal mengasuh. Timbulnya penurunan rasa percaya diri pada seorang ibu tentunya akan berdampak lain salah satunya stres. Disitu nanti jika didiamkan dapat menimbulkan depresi pada akhirnya ibu tidak bisa fokus mengasuh. Sangat mengkhawatirkan.

2. Merasa kurang Maksimal Mengasuh Anaknya

Source : theasianparent.com
Source : theasianparent.com

Seperti sudah disinggung pada poin di atas, bahwa seorang ibu yang menerima baby shaming akan berdampak pada psikis termasuk sugesti dirinya kurang maksimal mengasuh anaknya. Contoh baby shaming adalah seseorang mengatakan “umur 5 bulan kok kecil banget sih bun anaknya?”. Masih banyak lagi contohnya.

Setiap anak mempunyai karakter bentuk tubuh, fase pertumbuhan hingga kepandaiannya masing-masing. Itulah mengapa mereka tidak bisa dibanding-bandingkan satu dengan lainnya. Biasanya seseorang yang melakukan baby shaming pada akhirnya membandingkan dan itu pastinya juga akan mengiris hati seorang ibu.

3. Stres Berkepanjangan Mengakibatkan Depresi

Source : theasianparent.com
Source : theasianparent.com

Seperti seorang anak, masing-masing ibu juga mempunyai karakter berbeda-beda. Ada yang hatinya terbuat dari baja sehingga ketika anaknya terkena shaming, dirinya justru menyerang balik. Namun tidak semua ibu mempunyai hati tersebut, karena bagi mereka yang berhati kecil setelah mendapatkan shaming memikirkannya terus menerus.

Hal tersebut pada akhirnya membuat dirinya stres, sedangkan perasaan stres berkepanjangan akan mengakibatkan depresi. Anak adalah segala-galanya bagi seorang ibu, ketika seorang dengan hati kecil mendapatkan kritikan pedas tentang anaknya tentu saja akan memikirkannya. Pada akhirnya stres berkepanjangan hingga depresi.

4. Baby Blues Berkelanjutan karena Merasa Tidak Mampu

Source : akurat.co
Source : akurat.co

Baby Blues adalah sakit psikis yang biasanya akan dialami oleh ibu baru atau biasa disebut mommy newbie. Dimana mereka terkadang menangis sendiri ketika menangani baby-nya, hingga diam saja seperti orang stres. Jangan meremehkan baby shaming karena dampak selanjutnya bisa mengakibatkan seseorang terkena baby blues berkelanjutan.

Baby blues ini sendiri terjadi juga karena salah satunya kurang support orang sekitarnya, termasuk mendapatkan cacian, ejekan termasuk baby shaming. Baby blues berkelanjutan bisa menjadi postpartum depression, sangat mengkhawatirkan karena harus menjalani pemulihan. Jangan jadikan dirimu penjahat dengan menjaga lisan!

5. Timbulnya Rasa Khawatir yang Berlebihan

Source : theasianparent.com
Source : theasianparent.com

Menurut pengalaman penulis, dari banyak kesaksian ibu-ibu dengan pengalaman baby shaming semuanya mengalami rasa khawatir karena omongan orang lain. Khawatir berlebihan tersebut tanpa disadari justru menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Berpikir keras bagaimana mengubah anaknya padahal anak tersebut tidak salah.

Salah satunya terkait speech delay atau bicara terlambat. Banyak sekali ibu-ibu mengalami kesulitan pada fase pertumbuhan anak seperti ini. Kebanyakan dari mereka terlalu khawatir karena membandingkan dengan anak-anak lain atau memang terkena baby shaming. Menjaga lisan itu mudah ya kawan! Jangan jadikan mulutmu harimaumu.

6. Memutus Tali Silaturahmi antar Saudara dan Teman

Source : islampos.com
Source : islampos.com

Dampak terakhir tentunya memutus tali silaturahmi antara saudara dan teman. Mengapa? Jika seseorang sudah mengalami sakit hati karena perkataan seorang teman atau saudara, disaat itulah mereka akan merasa malas harus bertemu kembali. Hal itu tentu saja akan memutus tali silaturahmi dan persaudaraan, hati-hati ya moms!

Jangan terlalu ikut campur dengan permasalahan orang lain. Jika memang tidak bisa memuji jangan mencari-cari celaan. Diam adalah emas ketika bertemu sesama seorang ibu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik