Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Anak Muda Wajib Tahu Resesi, Ini yang Harus Diwaspadai

Aktivitas ekonomi yang terus berjalan tidak selalu mulus karena terdapat hambatan. Salah satunya adalah resesi. Apalagi pada masa pandemi Covid-19 ini. Kondisi tersebut membuat negara mengalami kemerosotan kegiatan ekonomi dalam jangka cukup lama, yaitu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Mengenal Faktor Penyebab Resesi

Sebagai generasi penerus bangsa, anak muda memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi. Salah satunya adalah mengenal apa saja faktor penyebab terjadinya penurunan aktivitas perdagangan dan industri tersebut. Lantas apa saja poin pentingnya?

1. Terjadinya Inflasi

Inflasi merupakan kondisi turunnya daya beli masyarakat. Maka, jumlah barang atau jasa juga semakin sedikit. Ini terjadi karena peningkatan biaya produksi yang meningkat, energy tinggi, serta hutang nasional. Hal ini secara tidak langsung juga bisa berdampak pada kehidupan sebagian orang.

Saat inflasi terjadi, maka sebagian besar masyarakat akan berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Dengan begitu, tingkat pengangguran dalam kegiatan produksi meningkat. Hal inilah kemudian menyebabkan terjadinya resesi pada suatu negara.

2. Guncangan Ekonomi

Penyebab dari resesi berikutnya adalah terjadinya hal-hal tidak terduga. Salah satu contohnya adalah adanya pandemi Covid-19 ini. Kondisi tersebut mengakibatkan perekonomian suatu negara mengalami penurunan yang mana pemerintah juga membatasi demi berkurangnya penyebaran virus.

Tidak hanya itu saja, kejadian yang memiliki dampak luas, seperti bencana alam atau serangan terorisme. Dengan begitu, terjadi guncangan ekonomi dengan sasaran seluruh lapisan masyarakat pada suatu negara. Efek lainnya yaitu, masyarakat akan dilanda virus ketakutan yang sulit untuk diobati.

3. Suku Bunga Tinggi

Penyebab dari terjadinya resesi berikutnya adalah suku bunga tinggi. Dengan begitu, mengakibatkan naiknya harga berbagai jenis produk, seperti rumah, mobil, serta pembelian besar dengan jumlah yang cukup mahal. Tentunya ini semua akan semakin menyulitkan rakyat kecil.

Peningkatan suku bunga yang tinggi ini membuat para debitur terbebani. Hal tersebut kemudian mengakibatkan kredit mengalami kemacetan sehingga terjadilah resesi ekonomi. Oleh karena itu, sebisa mungkin Anda harus menghindari sistem kredit agar tidak semakin tercekik.

Beberapa Hal yang Harus Diwaspadai Akibat dari Resesi

Dampak dari resesi tidak bisa menganggapnya dengan remeh. Akibatnya sangatlah meluas dan menghambat perekonomian semua masyarakat. Selain itu, juga menciptakan pengangguran lebih banyak lagi. Sebagai anak muda, berikut hal-hal yang harus Anda waspadai:

1. Terjadinya Penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) selama 2 Kuartal Berturut-turut

Penurunan PDB atau Produk Domestik Bruto yang terjadi selama 2 kuartal berturut-turut dapat mengakibatkan resesi ekonomi. Sebagai contoh adalah negara Singapura yang mana nilai year-on-year turun hingga 12,6 persen.

Kondisi turunnya PDF secara signifikan inilah yang menyebabkan adanya resesi. Kondisi penurunan ekonomi biasanya terjadi selama dua periode yaitu, tiga hingga empat bulan berturut-turut. Apabila semakin memburuk maka disebut dengan depresi.

2. Perubahan dalam Industri Manufaktur

Hal-hal yang wajib menjadi tanda waspada akan terjadinya resesi adalah adanya perubahan dalam industri manufaktur. Kondisi tersebut memiliki tanda-tanda produsen menerima pesanan dengan jumlah cukup besar dan terjadi penurunan pada bulan-bulan berikutnya.

Terjadinya penurunan tersebut juga berdampak pada pekerjaan pabrik. Saat produsen berhenti melakukan kegiatan produksi, maka bidang ekonomi lain juga ikut merasakan dampaknya. Hal tersebut juga mengakibatkan terjadinya PHK oleh beberapa perusahaan.

3. Menurunnya Jumlah Lapangan Pekerjaan

Resesi juga bisa terjadi karena penurunan jumlah lapangan pekerjaan dalam jumlah besar. Tenaga kerja menjadi faktor penting dalam kegiatan ekonomi. Maka apabila tidak ada lapangan kerja, maka jumlah pengangguran juga semakin meningkat.

Jumlah dari penurunan lapangan kerja yang dapat menyebabkan resesi adalah sebesar 75% selama 6 bulan atau lebih. Daya beli akan menurun, serta produksi juga berkurang. Hal itulah kemudian memicu terjadinya berbagai tindakan kriminal.

Oleh karena itu, solusi terbaiknya yaitu mendirikan sebuah usaha sendiri. Mulailah dari hal kecil yang menghasilkan dan jangan berfikir banyak penghasilan, namun tetap berpenghasilan.

Sebagai anak muda generasi penerus perjuangan ekonomi bangsa, Anda wajib mengetahui faktor penyebab dan hal-hal yang harus menjadi waspada dari resesi. Usahakan menghadapinya dengan sikap positif yang membangun agar semakin bekembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik