Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Penyebab Pelaku Usaha Mengalami Fluktuasi tidak Stabil pada Pendapatannya

Bagi pelaku usaha pasti sudah terbiasa dengan fluktuasi tidak stabil pada pendapatannya. Tidak hanya ukm saja tetapi bisnis besar pun mengalaminya meskipun hasilnya besar namun total rupiahnya tak selalu sama setiap harinya. Hal tersebut pada akhirnya menjadi pertanyaan besar apa saja yang menjadi faktor perubahan fluktuasi tersebut. Mengingat sebagian pelaku usaha sebenarnya sudah kaya. Berikut penjelasannya.

Beberapa Alasan Pelaku Usaha Mengalami Ketidak Stabilan Pendapatan

Tidak banyak yang tahu sehingga Iya Deh akan membahas tentang alasan mengapa pendapatan pelaku usaha selalu mengalami fluktuasi tidak stabil. Informasi ini akan sangat berguna bagi mereka yang ingin memulai usahanya sehingga bisa membuat rencana cadangan atau solusi jika mengalami bahkan mungkin bertemu kegagalan di awal usahanya. Berikut beberapa alasannya semoga membantu.

1. Selera Konsumen yang Tidak Bisa diprediksi Setiap Harinya

Source : tempo.co
Source : tempo.co

Konsumen adalah tantangan terbesar bagi seorang pengusaha yang tidak akan pernah ada penyelesaian untuk dipikirkan. Hal tersebut tentu saja karena setiap konsumen datang dari beragam karakter hingga suku. Sebagai penjual akan sulit menebak bagaimana orang satu dan lainnya, dan itulah alasan mengapa alasan pertama yaitu selera konsumen tak bisa diprediksi.

Setiap harinya mereka akan datang dengan selera masing-masing dan pesanan, untuk usaha kuliner. Namun hal tersebut juga berlaku pada pedagang lainnya. Bahkan satu orang saja akan berubah selera setiap hari. Terkadang memilih tempat lain untuk membeli benda yang sama dengan usaha Anda, karena memang mereka ingin. Oleh sebab itulah konsumen hari ini tidak akan sama dengan esok.

2. Barang Dagangan Mempunyai Peminat yang Kurang Banyak

Source : liputan6.com
Source : liputan6.com

Alasan kedua adalah barang dagangan Anda mempunyai peminat kurang banyak sehingga setiap hari akan mempunya penghasilan bersih fluktuasi tidak stabil. Bahkan kemungkinan rugi lalu bangkrut juga besar jika sudah mengalami poin kedua ini. Solusinya harus melakukan checking market, dimana pengusaha melihat minat masyarakat di wilayah sekitar usaha.

Apakah barang dagangan tersebut banyak peminat atau justru tidak ada peminatnya, bisa juga karena belum tahu karena hal baru. Pelaku usaha harus pandai memperkenalkan dagangannya tersebut sehingga nantinya konsumen tahu dan disesuaikan dengan kebutuhannya untuk keputusan pembeliannya.

3. Pendapatan Pribadi dihitung Menggunakan Laba Bersih

Source : banksinarmas.com
Source : banksinarmas.com

Laba bersih sendiri ditentukan oleh pendapatan keseluruhan setiap hari yang tidak akan pernah bisa sama. Entah sedikit atau banyak sama sekali tidak bisa diprediksi jumlahnya, oleh sebab itulah pelaku usaha tidak akan bisa mendapatkan penghasilan atau pendapatan dengan jumlah rupiah tetap.

Hal tersebut sudah sering diketahui oleh semua pelaku usaha, oleh sebab itulah bagi mereka yang sedang merintis usahanya tidak serta merta langsung keluar dari pekerjaan tetapnya. Tujuannya dijadikan sebagai rencana cadangan sehingga masih ada pendapatan tetap setidaknya sebulan sekali dan menggantikan rugi usahanya.

4. Keadaan Perekonomian Negara Belum Stabil

Source : matanurani.com
Source : matanurani.com

Berikutnya tentu saja karena keadaan perekonomian negara yang fluktuasinya juga belum stabil. Penyebabnya pun pastinya karena inflasi atau terjadinya bencana termasuk pandemi Covid-19 2 tahun silam. Hal tersebut menjadi alasan utama seorang pelaku usaha kesulitan mendapatkan pendapatan tetap di setiap bulannya.

Namun mereka berdiri sendiri sebagai bos, sehingga berapapun pendapatan dan tidak tetap tetap dinikmati. Perekonomian negara sangat mempengaruhi usaha karena jika sedang tak stabil semua barang-barang menjadi naik drastis, disitulah pada akhirnya pedagang merasa kewalahan untuk harus balik modal besar.

5. Tinggi Kemungkinan Konsumen Merasa Bosan pada Sebuah Produk

Source : parapuan.co
Source : parapuan.co

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin pertama dimana konsumen mempunyai selera dan karakter berbeda-beda. Hal tersebut pula yang menjadi alasan tinggi kemungkinan konsumen akan merasakan bosan pada sebuah produk. Tidak mungkin setiap hari mereka diharuskan membeli produk sama, pastinya akan disesuaikan dengan kebutuhannya.

6. Pelaku Usaha yang masih Nomaden Lokasi Berdagangnya

Source : banten.tribunnews.com
Source : banten.tribunnews.com

Nomaden, pelaku usaha masih berpindah-pindah tempat alias belum mempunyai ruko atau lokasi tetap untuk usahanya. Disitulah nantinya mereka akan mendapatkan konsumen baru dengan selera berbeda, belum tentu di tempat A penjual mendapatkan banyak pembeli dan pindah ke tempat B dapat konsumen sama.

Enam poin di atas cukup menjelaskan alasan mengapa pelaku usaha seringkali mengalami ketidakstabilan pendapatannya. Oleh sebab itulah biasanya mereka meskipun sudah mempunyai banyak langganan, tetap melakukan promosi terus menerus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik