Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

5 Sosok Anak Muda di Jagad Teknologi yang Layak Jadi Panutan Sukses

Anda bisa menjadikan lima anak muda di jagad teknologi yang sudah sukses dan mendulang karir sebagai sumber inspirasi. Faktor umur kini bukan penentu sebagai kedewasaan lagi dalam meraih kesuksesan. Lantas siapa saja daftar nama yang telah terbukti menghasilkan ide kreatif mereka.

5 Sosok Anak Muda di Jagat Teknologi

Dunia teknologi kini bukan hanya milik usia dewasa saja. Anak-anak dan remaja pun sudah menunjukkan ketertarikan mereka dengan mempelajarinya bahkan menyalurkan ide kreatifnya dengan menghasilkan banyak sekali produk unggulan. Berikut lima nama tersebut:

  1. Lim Ding Wen

Tahun 2009 lalu, seorang programmer berusia 9 tahun dari Malaysia telah berhasil merancang aplikasi virtual painting yang diberi nama Doodle Kids. Awalnya, Lim Ding Wen hanya untuk menyenangkan adiknya saja. Nyatanya hasil kreatifitasnya itu telah sukses menarik perhatian perusahaan Apple.

Doodle Kids ini akhirnya lolos uji dan berhasil dipasarkan melalui tok aplikasi Apple App Store dan iTunes. Lim Ding Wen ini telah mempelajari dunia pemrograman sejak ia berusia 7 tahun. Beberapa bahasa yang dipahami ialah seperti Applesoft BASIC, GSoft BASIC, Objective-C dan lainnya.

  1. Zora Ball

Tahun 2012 silam, seorang anak bernama Zora Ball diakui sebagai pembuat aplikasi paling muda di dunia yang pernah ada. Usianya baru saja menginjak 7 tahun, namun sudah ikut berkontribusi secara aktif dalam komunitas pengembang oleh University of Pennsylvania yakni FATE Bootstrap Expo.

Acara ini pada umumnya memang hanya bisa diikuti oleh peserta dengan usia minimal 12 tahun, namun Zora Ball diizinkan untuk ikut serta berkat kepandaiannya. Ia telah berhasil menciptakan aplikasi game yang bersifat edukatif bernama Ball dan memiliki kelebihan untuk meningkatkan ilmu matematis.

  1. Steven Gonzales Jr.

Steven Gonzales Jr yang masih berusia 12 tahun didiagnosa menderita penyakit Myelogenous Leukemia akut. Gangguan kesehatan ini tentu memiliki kemungkinan tinggi telah merenggut nyawanya. Dokter pun telah memvonis bahwa kesempatan hidupnya hanya tinggal 2% saja.

Vonis ini nyatanya tidak membuat Steven Gonzales pasrah. Ia mampu melewati masa kritisnya selama 100 hari dan bisa bertahan hidup. Menariknya, Gonzalez mampu menciptakan aplikasi sendiri guna mengurangi rasa bosannya yang ia rasakan selama di ruang isolasi.

  1. Zach Marks

Ketertarikan Zach Marks di dalam dunia teknologi mulai ia kembangkan pada saat orang tuanya melarangnya bermain Facebook. Saat itu, Zach masih berusia 11 tahun sedangkan sosial media tersebut hanya membolehkan penggunanya jika sudah memasuki usia minimal 13 tahun.

Zach pun memiliki keinginan untuk menciptakan sebuah sosial media khusus bagi anak-anak. Akhirnya ia berhasil membuat Grom Social pada tahun 2012. Nyatanya aplikasi ini disambut positif oleh rekan sebayanya sebab mampu mencapai 2000 pengunjung dan 6000 halaman diakses setiap harinya.

  1. Muhammad Yahya Harlan

Seorang anak berusia 13 tahun bernama Yahya Harlan ini masih menduduki sekolah di kelas 1 SMP. Ia berhasil mengembangkan media sosial bernama SalingSapa.com pada tahun 2011 kemarin. Situs jejaring ini sukses membuatnya menjadi pembuat aplikasi termuda di Indonesia.

Yahya memang menyukai dunia jaringan dan robot sejak ia masih berusia 2 tahun. Salingsapa.com sendiri merupakan situs yang ia buat atas dasar kewajiban di dalam agama Islam untuk saling bersilaturahmi. Tentunya hal ini berdampak positif bagi umat muslim terutama kaum muda.

Bagaimana Cara Menyalurkan Ketertarikan di Dunia Teknologi?

Kelima sosok anak muda di jagad teknologi tersebut dapat Anda jadikan sebagai inspirasi untuk mulai mengembangkan aplikasi. Hal ini bisa dimulai sejak kapan saja bahkan masih berada di usia kecil maupun remaja.

Anda bisa mengikuti berbagai kelas programming untuk meningkatkan kemampuan sebelum membuat sebuah aplikasi sendiri. Hingga saat ini banyak sekali pelatihan yang dapat diikuti baik secara online maupun offline.

Anda pun bisa menentukan aplikasi apa yang akan dibuat. Selanjutnya tentukan peralatan pada saat membuatnya. Jangan lupa untuk memilih target pasar dari pembuatannya sehingga bisa menyesuaikan fitur-fitur di dalamnya berdasarkan atas beberapa kategori.

Itulah tadi lima anak muda di jagad teknologi yang bisa Anda jadikan sebagai sumber inspirasi untuk mulai berkarya. Hal ini menunjukkan bahwa usia belia tidak akan menghalanginya ketika ingin menciptakan dan memulai sesuatu positif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik